Israel Gempur Pemukiman Padat di Lebanon Selatan, 4 Tewas dan Rencana Ekspansi Darat Dimulai

GelanggangNews – BEIRUT – Israel terus menggempur wilayah Lebanon. Terbaru, Israel melancarkan serangan ke Lebanon bagian selatan, tepatnya di Kota Saksakiyah, Distrik Sidon.

Dilansir dari Al Jazeera, Jumat (27/3/2026), serangan tersebut menimbulkan korban jiwa. Dilaporkan sebanyak empat orang tewas dan delapan orang lainnya mengalami luka-luka. Hingga saat ini, identitas para korban belum diketahui secara pasti.

Seorang koresponden Al Jazeera melaporkan bahwa serangan tersebut menghantam sebuah rumah penduduk di area padat pemukiman.

Korban di Pihak Militer Israel

Dilansir Anadolu Agency, militer Israel melaporkan pada Jumat (27/3/2026) bahwa seorang perwira dan seorang prajurit mengalami luka serius selama operasi serangan darat di Lebanon selatan. Dalam sebuah pernyataan resmi, militer Israel menyebutkan keduanya telah dievakuasi ke rumah sakit.

Pengumuman ini muncul sehari setelah militer Israel melaporkan dua tentaranya tewas dan enam lainnya terluka di wilayah yang sama. Pada Kamis (26/3/2026), Kepala Komando Utara Israel, Mayor Jenderal Rafi Milo, menyatakan bahwa militer akan memperluas serangan daratnya dengan alasan kebutuhan untuk memperlebar “zona keamanan depan”.

Perluasan Operasi Darat

Sejak memulai agresi pada 2 Maret, militer Israel berulang kali mengumumkan operasi darat di Lebanon selatan. Sebanyak empat divisi, yakni Divisi ke-36, ke-91, ke-146, dan ke-210, dilaporkan berpartisipasi dalam operasi tersebut.

Saluran televisi Israel, Channel 14, melaporkan pada Rabu (25/3/2026) bahwa militer berencana memperluas jangkauan hingga 8 kilometer (5 mil) ke dalam wilayah Lebanon dan telah mulai membangun 18 posisi militer. Sebelumnya, Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir, juga berjanji untuk mengintensifkan operasi darat serta serangan udara terhadap Lebanon.

Pihak berwenang Lebanon menyatakan bahwa serangan Israel yang berlangsung sejak awal Maret ini telah menewaskan 1.116 orang, melukai 3.229 lainnya, dan menyebabkan lebih dari satu juta orang terpaksa mengungsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *