Jakarta โ Hasil autopsi terhadap jenazah Juliana, pendaki wanita yang ditemukan meninggal dunia usai dinyatakan hilang di jalur pendakian, akhirnya mengungkap penyebab pasti kematiannya. Berdasarkan laporan tim forensik, Juliana diketahui meninggal dunia hanya 20 menit setelah mengalami kecelakaan jatuh dari tebing. Temuan ini menepis dugaan awal bahwa ia meninggal akibat hipotermia.
Juliana sebelumnya dilaporkan hilang oleh rekan-rekannya setelah terpeleset di jalur curam salah satu kawasan pendakian yang cukup ekstrem. Tim SAR gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian dan akhirnya menemukan jasadnya sehari kemudian di dasar jurang.
Pihak kepolisian dan tim medis yang melakukan autopsi menyatakan bahwa Juliana mengalami cedera serius di bagian kepala dan dada yang menyebabkan kematian seketika atau dalam hitungan menit.
โDari hasil autopsi, dapat dipastikan bahwa korban mengalami trauma tumpul hebat akibat jatuh. Kematian terjadi sekitar 20 menit setelah insiden. Tidak ditemukan tanda-tanda kematian akibat hipotermia,โ jelas dokter forensik yang menangani kasus tersebut.
Kejadian ini pun memicu keprihatinan banyak pihak dan menjadi pengingat keras akan pentingnya keselamatan dan kesiapan fisik maupun perlengkapan saat melakukan pendakian di medan yang menantang.
Pihak keluarga Juliana meminta agar tragedi ini menjadi pelajaran bagi semua pendaki agar lebih berhati-hati dan tidak mengabaikan protokol keselamatan, terutama saat melintasi jalur berisiko tinggi.
Baca berita lengkap dan terkini lainnya hanya di:ย https://gelanggangnews.com

