GelanggangNews – Harga minyak mentah dunia kembali melonjak tajam hingga menyentuh 103 dolar AS per barel di pasar global. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi dunia.
Berdasarkan data perdagangan terbaru, minyak mentah acuan Brent tercatat naik sekitar 2,67 persen dan ditutup di level 103,14 dolar AS per barel. Kenaikan ini menandai harga minyak kembali menembus angka psikologis 100 dolar per barel untuk pertama kalinya sejak beberapa tahun terakhir.
Lonjakan harga minyak dipicu oleh eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Serangan terhadap sejumlah fasilitas energi serta meningkatnya ketegangan militer di kawasan Teluk membuat pasar khawatir terhadap terganggunya produksi dan distribusi minyak global.
Selain itu, ancaman gangguan jalur pelayaran di Selat Hormuz juga memperburuk kondisi pasar energi. Jalur strategis ini diketahui menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dunia, dengan sekitar seperlima perdagangan minyak global melewati kawasan tersebut setiap harinya. Gangguan di wilayah ini berpotensi menghambat pasokan minyak ke berbagai negara.
Sejumlah analis memperkirakan harga minyak masih berpotensi meningkat apabila konflik di Timur Tengah terus meluas. Bahkan, beberapa pihak menilai harga minyak bisa melonjak lebih tinggi apabila infrastruktur energi kembali menjadi target serangan atau jalur distribusi utama terganggu dalam waktu lama.
Lonjakan harga minyak dunia ini juga memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global. Kenaikan harga energi dapat berdampak pada biaya produksi, transportasi, serta meningkatkan risiko inflasi di berbagai negara, termasuk negara yang bergantung pada impor minyak.
Ikuti perkembangan terbaru berita ekonomi internasional hanya di Gelanggang News:
https://gelanggangnews.com/













