Flores Timur – Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali memuntahkan material vulkanik pada Selasa (17/6/2025) sore. Letusan dahsyat itu menimbulkan kolom abu setinggi lebih dari 10 kilometer dan menyebabkan lumpuhnya sejumlah ruas jalan serta bandara di wilayah sekitar.
Letusan terjadi sekitar pukul 17.35 WITA dan terekam lima kali erupsi dalam semalam. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) segera meningkatkan status gunung ke Level IV atau Awas. Awan panas, suara gemuruh, dan lontaran lava pijar menandai aktivitas vulkanik yang masih berlangsung hingga Rabu pagi.
Jalan Trans Flores Ditutup Total
Imbas dari letusan ini, aparat menutup beberapa ruas Jalan Trans Flores di wilayah Flores Timur dan Sikka. Jalur utama dari Maumere ke Larantuka lumpuh akibat abu tebal yang menurunkan jarak pandang. Petugas hanya mengizinkan kendaraan darurat melintas, sementara warga dan pengemudi umum terpaksa berputar balik atau mencari jalur alternatif melalui Napunmali–Mudejebak.
Bandara Tak Beroperasi
Tiga bandara utama di daratan Flores, yakni Bandara Fransiskus Xaverius Seda di Maumere, Bandara Bajawa, dan Bandara Ende ditutup sementara. Aktivitas penerbangan dihentikan karena abu vulkanik membahayakan keselamatan penerbangan. Beberapa jadwal penerbangan domestik maupun internasional ke Bali dari Australia dan Asia Tenggara juga ikut terdampak.
Warga Dievakuasi, Masker Dibagikan
Petugas mengevakuasi puluhan warga dari dua desa terdekat dengan kawah gunung. Material vulkanik berupa kerikil dan pasir menutupi jalan desa, namun hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa. Sementara itu, BPBD dan relawan PMI membagikan masker ke warga di desa Hikong, Kringa, dan sekitarnya untuk mencegah gangguan pernapasan akibat paparan abu.
Pemerintah Imbau Warga Tetap Waspada
Pemerintah daerah meminta warga menjauhi zona berbahaya sejauh 7 hingga 8 kilometer dari kawah. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak mendekati aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung karena berisiko banjir lahar dingin saat hujan turun.
Aktivitas Gunung Lewotobi masih dalam pemantauan ketat. Tim gabungan dari BPBD, TNI/Polri, dan relawan kini bersiaga penuh untuk menangani situasi dan mendukung proses evakuasi.
Baca berita lengkap dan terkini lainnya hanya di: https://gelanggangnews.com

