Lembata, NTT — Gunung Ili Lewotolok yang berada di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan erupsi yang terjadi pada Jumat malam, 20 Juni 2025, pukul 20.53 WITA. Letusan tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 700 meter dari puncak, disertai dengan suara dentuman serta lontaran lava pijar yang terlihat jelas di langit malam.
Laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok mencatat arah lontaran lava mengarah ke tenggara dan selatan, dengan jarak luncur mencapai sekitar 500 meter dari kawah. Suara dentuman terdengar dalam intensitas lemah hingga sedang, menandakan adanya tekanan magma yang cukup signifikan di dalam perut gunung.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Gunung Ili Lewotolok berada pada Level II atau Waspada. Dengan status ini, masyarakat di sekitar diminta untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari puncak gunung. Warga juga dihimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya lanjutan berupa hujan abu, aliran lava, hingga awan panas.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat disarankan menggunakan masker dan pelindung mata guna menghindari paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan. Beberapa desa yang berada dekat dengan zona rawan, seperti Lamatokan dan Jontana, menjadi perhatian utama dalam pemantauan dan kesiapsiagaan.
Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan atau korban jiwa, namun pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat terus berkoordinasi dengan PVMBG untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan keselamatan warga di sekitar lereng gunung.
Gunung Ili Lewotolok, yang memiliki sejarah erupsi berkala, kini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana alam, terutama di wilayah rawan vulkanik seperti Nusa Tenggara Timur.
Baca berita lengkap dan terkini lainnya hanya di: https://gelanggangnews.com

