GelanggangNews – BOGOR – Insiden kebakaran hebat menghanguskan sebuah gudang penyimpanan suku cadang (sparepart) sepeda motor di Desa Sasak Panjang, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Amukan si jago merah yang terjadi pada Selasa (14/4/2026) ini diduga kuat dipicu oleh adanya korsleting listrik di salah satu ruangan.
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula saat para karyawan gudang tengah menikmati jam istirahat makan siang sekitar pukul 12.00 WIB. Menurut keterangan Komandan Regu Damkar Sektor Parung, Refgie Raullian, api pertama kali muncul dari area ruang pengecatan.
“Saat karyawan sedang beristirahat di luar, tiba-tiba terlihat titik api di ruang pengecatan. Dugaan sementara karena adanya arus pendek atau korsleting listrik di area tersebut,” ujar Refgie dalam keterangannya.
Kobaran Api Cepat Meluas
Kondisi gudang yang penuh dengan material mudah terbakar membuat api sulit dikendalikan dalam waktu singkat. Material seperti bodi motor yang berbahan plastik, tumpukan ban bekas, hingga cairan kimia seperti thinner memicu api berkobar sangat besar hingga menimbulkan kepulan asap hitam pekat yang membubung tinggi ke langit.
Banyaknya bahan kimia dan plastik di lokasi kejadian tidak hanya mempercepat perambatan api ke seluruh bagian bangunan, tetapi juga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan karena suhu panas yang ekstrem.
Upaya Pemadaman
Untuk menjinakkan api, sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian. Pihak Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor menurunkan empat armada, sementara satu unit tambahan didatangkan sebagai bantuan dari Damkar Kota Bogor.
Setelah berjibaku dengan api selama kurang lebih 3 jam, petugas akhirnya berhasil melakukan lokalisir dan pendinginan.
Total Armada: 5 Unit (4 Kabupaten, 1 Kota).
Durasi Penanganan: Sekitar 3 Jam.
Kondisi Akhir: Api berhasil dipadamkan sepenuhnya dan tidak ada kendala berarti dalam proses evakuasi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan pendataan terkait total kerugian materiil yang dialami pemilik gudang. Beruntung, karena posisi karyawan sedang berada di luar untuk beristirahat, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam musibah ini.













