GelanggangNews – GAZA – Harapan akan ketenangan di wilayah kantong Palestina kembali memudar. Meskipun kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat telah memasuki fase kedua sejak bulan lalu, kenyataan di lapangan justru menunjukkan eskalasi kekerasan yang mematikan. Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, serangan militer Israel dilaporkan telah merenggut nyawa sedikitnya 12 warga sipil.
Laporan yang dihimpun dari AFP pada Minggu (15/2) mengonfirmasi bahwa militer Israel masih terus melancarkan operasi udara maupun darat di berbagai titik strategis Gaza, memicu pertanyaan besar mengenai efektivitas diplomasi yang tengah berjalan.
Serangan di Zona Pengungsian
Badan Pertahanan Sipil Gaza, yang bertugas sebagai tim penyelamat di wilayah tersebut, mengungkapkan bahwa serangan kali ini menyasar area-area sensitif, termasuk pusat-pusat pengungsian warga yang mencari perlindungan dari konflik.
Tragedi di Jabalia: Di wilayah utara, sebuah serangan udara menghantam tenda pengungsi di Jabalia. Serangan ini mengakibatkan lima orang tewas dan melukai belasan lainnya.
Dini Hari yang Kelam di Khan Yunis: Tak lama berselang, kota Khan Yunis di wilayah selatan juga menjadi sasaran. Lima warga dilaporkan gugur dalam serangan udara terpisah yang terjadi saat warga masih terlelap.
Penembakan di Pusat Kota: Selain serangan udara, penembakan artileri dan infanteri juga dilaporkan terjadi di Kota Gaza dan Beit Lahia, yang masing-masing menewaskan satu orang.
Kesaksian dari Lapangan: “Kami Dibunuh Saat Tidur”
Pihak medis di Rumah Sakit Al-Shifa dan Rumah Sakit Nasser menyatakan telah menerima jenazah para korban. Suasana duka menyelimuti lorong-lorong rumah sakit saat keluarga korban mencoba mengidentifikasi kerabat mereka.
Osama Abu Askar, seorang warga yang kehilangan keponakannya dalam tragedi di Jabalia, menyampaikan kepedihan sekaligus kecamannya terhadap situasi ini.
“Israel tidak memahami apa itu gencatan senjata atau perdamaian. Warga Gaza dibunuh saat mereka sedang tidur,” ungkapnya dengan nada getir kepada awak media.
Upaya Diplomasi yang Kian Rapuh
Insiden ini menandakan pelanggaran nyata terhadap semangat gencatan senjata yang seharusnya membawa jeda kemanusiaan bagi jutaan warga Gaza. Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda de-eskalasi yang signifikan meskipun tekanan internasional terus meningkat.
Bagi warga Gaza, istilah “gencatan senjata” kini terasa seperti janji kosong di tengah dentuman ledakan yang terus menghantui pemukiman mereka dari utara hingga selatan.






