Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

“Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Pacitan, BMKG: Kedalaman 105 Km dan Tidak Berpotensi Tsunami”

ByAdmin Gelanggang

Jan 27, 2026

 


GelanggangNews – Analisis Gempa Pacitan Magnitudo 5,5 (27 Januari 2026)
Kejadian gempa bumi di Pacitan pada pukul 08:20 WIB pagi ini memang cukup mengejutkan warga di sepanjang pesisir selatan Jawa. Berdasarkan data yang masuk, berikut adalah ulasan komprehensif mengenai fenomena tersebut:

1. Karakteristik Gempa: Kuat tapi Dalam

Meskipun angka Magnitudo 5,5 tergolong cukup kuat untuk menggetarkan perabotan rumah, ada faktor penting yang mengurangi risiko kerusakannya, yaitu kedalaman 105 km.

  • Mengapa ini penting? Gempa ini dikategorikan sebagai gempa menengah. Semakin dalam pusat gempa (hiposenter), maka energi yang sampai ke permukaan biasanya sudah teredam oleh lapisan bumi.

  • Dampak Getaran: Inilah alasan mengapa getarannya bisa dirasakan hingga wilayah yang cukup jauh (Jawa Tengah dan sebagian DIY), namun tidak serta-merta merobohkan bangunan di pusat gempa.

2. Mengapa Tidak Ada Tsunami?

BMKG secara tegas menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Secara ilmiah, ada dua alasan utama:

  • Kedalaman: Gempa di kedalaman 105 km jarang sekali menyebabkan deformasi (perubahan bentuk) dasar laut yang cukup besar untuk menggerakkan massa air secara vertikal.

  • Magnitudo: Umumnya, gempa yang memicu tsunami memiliki magnitudo di atas 7,0 dengan pusat gempa yang dangkal.

3. Situasi di Lapangan dan Kewaspadaan

Hingga saat ini, laporan kerusakan masih nihil. Namun, yang perlu diwaspadai adalah kondisi bangunan tua atau yang strukturnya sudah lemah. Gempa susulan mungkin saja terjadi, meski biasanya dengan intensitas yang lebih rendah.

Masyarakat diimbau untuk:

  • Cek Jalur Evakuasi: Pastikan pintu keluar tidak terhalang oleh benda-benda berat.

  • Waspada Lereng: Bagi yang tinggal di daerah perbukitan sekitar Pacitan, getaran gempa kadang bisa memicu kelongsoran kecil jika kondisi tanah sedang basah akibat hujan.

  • Filter Informasi: Di saat seperti ini, berita palsu (hoax) tentang “gempa susulan yang lebih besar” sering muncul. Pastikan Anda hanya mempercayai kanal resmi seperti aplikasi InfoBMKG.


Catatan Tambahan: Mengapa Pacitan Sering Gempa?

Secara geologis, selatan Pacitan merupakan zona pertemuan lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia. Aktivitas di zona subduksi ini adalah hal yang lumrah secara alami. Gempa pagi ini merupakan pengingat bagi kita semua untuk terus memperkuat mitigasi bencana, seperti memastikan perabotan rumah tangga dipaku ke dinding agar tidak roboh saat terjadi guncangan.