Geger Ritual Tak Lazim di Sinjai: Dukun Risal Diperiksa Polisi Terkait Mantra Tak Senonoh

GelanggangNews – SINJAI – Jagat media sosial di Sulawesi Selatan tengah dihebohkan oleh aksi seorang pria bernama Risal, warga Kabupaten Sinjai, yang mengaku sebagai dukun. Risal menjadi sorotan tajam setelah video-video ritualnya viral, lantaran mengandung unsur kata-kata tidak senonoh serta gerakan yang dianggap melecehkan ibadah salat.

Mantra Kontroversial Berbau Asusila

Dalam potongan video yang beredar luas sejak Minggu (29/3/2026), Risal terlihat memberikan “ilmu” kepada sejumlah ibu-ibu. Ia mengajarkan mantra yang diklaim dapat menyembuhkan orang yang tersedak tulang ikan (teruleng).

Namun, yang memicu kemarahan publik adalah isi dari mantra tersebut. Risal membedakan bacaan antara pasien laki-laki dan perempuan, di mana kata-kata yang digunakan dalam bahasa Bugis secara gamblang merujuk pada alat kelamin. Hal ini dinilai sangat tidak etis dan jauh dari norma kesopanan masyarakat setempat.

Ritual yang Menyerupai Gerakan Salat

Tak hanya soal mantra asusila, video lain memperlihatkan Risal melakukan ritual di depan sebuah baskom berisi air. Mengenakan atribut khas berupa songkok Recca dan sarung, ia tampak:

  • Berkomat-kamit melakukan rapalan doa.

  • Menoleh ke kanan dan ke kiri layaknya gerakan salam.

  • Melakukan gerakan takbir (mengangkat tangan) hingga rukuk, yang sangat identik dengan tata cara salat dalam Islam.

Kombinasi antara mantra tak senonoh dan penggunaan simbol agama dalam ritual tersebut memicu dugaan adanya penistaan atau aliran menyimpang.

Respons Cepat Pihak Kepolisian

Menanggapi keresahan masyarakat, Polres Sinjai bergerak cepat. Kasat Reskrim Polres Sinjai, Iptu Adi Asrul, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memonitor video tersebut dan mengidentifikasi lokasi pengambilan gambar di Desa Era Baru, Kecamatan Tellulimpoe.

“Kami sudah menjadwalkan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi. Meskipun kejadiannya sudah lewat beberapa hari, videonya baru viral kemarin, sehingga kami perlu memastikan motif dan tujuan dari aksi tersebut,” ujar Iptu Adi Asrul pada Senin (30/3/2026).

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengawasan ketat untuk mencegah terjadinya konflik di tengah masyarakat, sembari menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut terhadap Risal terkait dugaan pelanggaran hukum dalam konten tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *