GelanggangNews – Jakarta – Ekonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan impresif sebesar 5,61 persen pada triwulan pertama 2026, melampaui proyeksi berbagai lembaga internasional dan menandai capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 yang mencapai 5,61 persen secara year-on-year, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 4,87 persen. Produk domestik bruto atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.187,2 triliun. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi di triwulan pertama sejak periode 2021 hingga 2026.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama dengan pertumbuhan 5,52 persen, memberikan kontribusi sebesar 54,36 persen terhadap PDB. Pertumbuhan konsumsi ini didorong oleh momentum Ramadan dan Idulfitri yang meningkatkan mobilitas masyarakat. Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 13,14 persen, disusul sektor jasa lainnya 9,91 persen, serta transportasi dan pergudangan 8,04 persen.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan capaian ini diperkuat oleh realisasi belanja negara yang mencapai Rp815 triliun atau 21,2 persen APBN. Akselerasi belanja kementerian/lembaga, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis hingga Rp51 triliun per Maret 2026, serta berbagai stimulus pemerintah seperti diskon tarif dan penyaluran THR ASN turut mendorong pertumbuhan ekonomi. Konsumsi pemerintah bahkan mencatatkan lonjakan 21,81 persen pada triwulan ini.
Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan tahun 2026 tetap kuat dalam kisaran 4,9-5,7 persen, didukung oleh permintaan domestik sejalan dengan kebijakan moneter dan fiskal yang sinergis. Dari sisi spasial, pertumbuhan ekonomi tertinggi tercatat di Bali dan Nusa Tenggara, diikuti Sulawesi dan Jawa. Angka ini mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia yang kokoh dan melampaui sebagian besar negara G20 seperti China dan Korea Selatan.













