Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini mengumumkan inisiatif investasi besar dalam bidang kecerdasan buatan (AI), dengan total dana mencapai US$ 500 miliar. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa AS tetap menjadi pemimpin dalam inovasi teknologi dunia.
Dalam laporan yang dikutip dari Reuters, Trump menyatakan bahwa sejumlah perusahaan terkemuka, termasuk OpenAI (pencipta ChatGPT), SoftBank, dan Oracle, akan membentuk sebuah usaha patungan bernama Stargate. Rencana tersebut diperkirakan akan menciptakan lebih dari 100.000 peluang pekerjaan baru di AS.
Di sisi lain, kebijakan pemerintahan Presiden Joe Biden sebelumnya lebih cenderung untuk membatasi penggunaan AI di berbagai sektor. Hal ini dilakukan guna mengurangi potensi dampak negatif terhadap konsumen, pekerja, dan keselamatan sosial.
Selain itu, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi AI adalah kebutuhan energi yang sangat besar. Trump mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang ini harus mengembangkan fasilitas energi mereka sendiri untuk memenuhi kebutuhan daya yang tinggi ini.

Peluncuran program ini berlangsung di Gedung Putih, dengan kehadiran CEO SoftBank, Masayoshi Son, CEO OpenAI, Sam Altman, dan Chairman Oracle, Larry Ellison. Dalam proyek ini, SoftBank dan Oracle telah memulai pembangunan pusat data pertama mereka di Texas, dan rencananya akan membangun 20 pusat data tambahan untuk mendukung analisis data medis elektronik yang akan membantu para dokter dalam merawat pasien.
Para pemimpin perusahaan ini juga menyampaikan pujian tinggi atas dukungan yang diberikan oleh Trump. “Kami tidak akan mampu mewujudkan proyek ini tanpa dukungan Anda,” ujar Masayoshi Son, yang menyampaikan apresiasinya.
Sebelumnya, ada laporan dari The Information yang menyebutkan bahwa OpenAI dan Microsoft sedang bekerja sama dalam proyek pusat data bernilai US$ 100 miliar, yang mencakup pembangunan superkomputer dan AI yang akan diberi nama Stargate. Proyek ini diperkirakan akan diluncurkan pada tahun 2028.
Seiring dengan pengumuman besar tersebut, saham Oracle mengalami lonjakan sebesar 7%, sementara saham perusahaan seperti Nvidia, Arm Holdings, dan Dell juga ikut mengalami kenaikan.
Sumber: www.gelanggangnews.com












