Doktor Lulusan Eropa Ini Lulus Sarjana Hukum Universitas Terbuka

Jakarta, Gelanggang News – Bagi sebagian orang, gelar doktor mungkin menjadi puncak pencapaian akademik. Namun tidak demikian bagi Choirul Anam, pria kelahiran Bangkalan, Madura, yang membuktikan bahwa semangat belajar tidak boleh berhenti hanya karena sudah mencapai gelar tertinggi. Meski telah mengantongi gelar PhD dari Charles University di Republik Ceko, ia memutuskan kembali ke bangku kuliah, menempuh pendidikan S1 Hukum di Universitas Terbuka (UT).

Anam resmi dikukuhkan sebagai Sarjana Hukum pada wisuda UT yang digelar Selasa, 29 Juli 2025 di UTCC, Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Ia menjadi bagian dari 1.473 wisudawan lainnya. Namun kisah Anam jauh dari biasa.

“Saya belajar hukum karena saya ingin memahami fondasi keadilan. Ilmu hukum bukan sekadar gelar tambahan, tapi bagian penting dari kerja-kerja saya membela nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia,” ujar Anam dalam pernyataan yang diterima Gelanggang News, Rabu (30/7/2025).

Dari Bangkalan ke Praha: Perjalanan Panjang Mewujudkan Mimpi

Lahir dari keluarga sederhana di sebuah desa kecil di Madura, Anam mengaku pendidikan tinggi dulu terasa seperti mimpi yang terlalu jauh. Namun, perjuangan dan keyakinannya membalikkan takdir itu. Ia menyelesaikan S1 Akuntansi di Universitas Indonesia (UI), kemudian melanjutkan ke jenjang S2 Magister Perencanaan Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan (MPKP) di kampus yang sama, lulus tahun 2017.

Tak berhenti di situ, Anam melanjutkan studi doktoral di Charles University, salah satu universitas ternama di Eropa. Disertasinya membahas topik kompleks seputar desentralisasi fiskal dan kemiskinan di Indonesia. Hebatnya, ia menyelesaikan studi tersebut dalam waktu hanya 3 tahun 4 bulan, menjadikannya sebagai salah satu lulusan PhD tercepat di kampus tersebut.

Di sela studi doktoralnya, Anam juga menjabat sebagai Koordinator PPI Dunia (Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia), menghubungkan lebih dari 65 organisasi pelajar Indonesia lintas negara.

Kembali Kuliah demi Hukum dan Keadilan

Meski telah mencapai puncak akademik, Anam merasa ada satu bidang ilmu yang belum ia kuasai secara formal—yakni ilmu hukum. Baginya, pemahaman sistem hukum Indonesia harus dibangun dari dasar. Bukan sekadar tahu, tapi menghormati proses belajar dari akar.

“Ini bukan soal gelar. Ini tentang menghormati proses, dan memastikan bahwa kita benar-benar memahami Indonesia dari akar hukumnya,” ujar Anam.

Langkah Anam itu mendapat apresiasi langsung dari Rektor Universitas Terbuka, Dr. Muhammad Yunus, yang menyebutnya sebagai bukti bahwa sistem pendidikan terbuka dapat merangkul siapa pun, dari latar belakang apa pun.

“UT bangga menjadi bagian dari perjalanan akademik Choirul Anam. Ini menunjukkan bahwa belajar itu bisa dari mana saja, kapan saja, dan tidak ada kata terlambat,” kata Yunus.

Empat Gelar, Satu Pesan

Kini, Anam telah mengoleksi empat gelar akademik: dua sarjana (S1 Akuntansi dan S1 Hukum), satu magister, dan satu doktoral. Bagi sebagian orang, itu mungkin berlebihan. Tapi bagi Anam, semua itu adalah bentuk perjuangan melawan keterbatasan.

“Kemiskinan bukan alasan untuk menyerah. Justru dari situlah saya belajar bahwa mimpi harus diperjuangkan, bukan ditunda,” tegas pria 41 tahun itu.

Ia berharap kisahnya bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia, agar tidak cepat puas dan terus mencari ilmu, bahkan ketika sudah merasa ‘tinggi’. Menurutnya, dasar yang kokoh akan menentukan seberapa jauh langkah bisa melesat.

“Kadang orang merasa sudah tinggi gelarnya, lalu enggan belajar hal-hal mendasar. Padahal, justru dari dasar kita bisa memperkuat pijakan,” tutup Anam.


📌 Untuk berita inspiratif lainnya, kunjungi www.gelanggangnews.com – tempat kisah perjuangan, pendidikan, dan harapan terus hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *