Deretan Aksi Massa Terbesar di Los Angeles: Dari Demo Imigran 2006 hingga Black Lives Matter
Gelanggang News – Los Angeles tak hanya dikenal sebagai pusat hiburan dunia, tapi juga menjadi saksi sejarah berbagai aksi massa besar di Amerika Serikat. Kota ini berkali-kali menjadi panggung bagi jutaan orang yang turun ke jalan menyuarakan hak-hak sipil, keadilan rasial, dan isu imigrasi. Berikut rangkuman beberapa aksi terbesar yang pernah mengguncang LA:
Demo Imigran 2006 – “La Gran Marcha”
Pada 25 Maret 2006, ratusan ribu hingga lebih dari satu juta orang turun ke pusat kota Los Angeles menentang RUU imigrasi H.R. 4437 yang dianggap diskriminatif. Aksi ini dikenal dengan nama La Gran Marcha, dan menjadi titik balik bagi gerakan hak-hak imigran di AS.
Aksi lanjutan pada 1 Mei 2006 bertajuk “A Day Without an Immigrant” menjadi momen bersejarah ketika banyak pekerja, pelajar, dan keluarga imigran menolak beraktivitas untuk menunjukkan kontribusi mereka bagi negara.
Walkout Pelajar Los Angeles – 2006
Bersamaan dengan aksi massal di jalanan, puluhan ribu siswa dari berbagai SMA di wilayah Los Angeles juga melakukan aksi walkout. Mereka meninggalkan sekolah untuk mendukung hak-hak imigran, menunjukkan solidaritas dan keberanian generasi muda terhadap isu nasional.
Black Lives Matter – 2020
Gelombang protes besar kembali mengguncang Los Angeles setelah kematian George Floyd pada Mei 2020. Ribuan warga LA turun ke jalan, meneriakkan “I can’t breathe” dan menuntut diakhirinya kekerasan polisi terhadap komunitas kulit hitam.
Demonstrasi yang berlangsung selama berminggu-minggu ini mencakup aksi damai, pemblokiran jalan tol, hingga bentrokan dengan aparat keamanan. Protes ini menjadi salah satu momen paling berpengaruh dalam sejarah perjuangan keadilan rasial di Amerika.
Demo Imigran Terbaru – 2025
Pada Juni 2025, gelombang unjuk rasa kembali memuncak di Los Angeles setelah tindakan keras dari petugas imigrasi (ICE) di beberapa titik kota. Aksi damai berubah menjadi tegang ketika aparat membubarkan massa dengan gas air mata dan peluru karet.
Pemerintah pusat mengerahkan hingga 700 personel Marinir dan ribuan anggota Garda Nasional, memicu kecaman dari pegiat HAM dan jurnalis. Beberapa wartawan dilaporkan mendapat intimidasi saat meliput di lapangan, menimbulkan kekhawatiran baru tentang kebebasan pers.
Baca selengkapnya di:
👉 https://gelanggangnews.com

