Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

CIA Kaji Kembali Asal Usul COVID-19: Kebocoran Lab Jadi Kemungkinan Utama

ByAdmin Gelanggang

Jan 28, 2025

Central Intelligence Agency (CIA) baru-baru ini mengubah pandangannya mengenai asal usul pandemi COVID-19. Setelah sebelumnya menyebutkan bahwa virus ini kemungkinan berasal dari hewan, kini CIA lebih meyakini bahwa kemungkinan besar virus tersebut berasal dari kebocoran laboratorium.

Meskipun demikian, CIA menegaskan bahwa mereka memiliki “kepercayaan diri rendah” terhadap teori tersebut. Menurut seorang juru bicara, kemungkinan asal usul COVID-19 terkait dengan kegiatan penelitian lebih besar dibandingkan dengan teori yang mengatakan virus ini muncul secara alami. Pernyataan ini didasarkan pada laporan yang telah tersedia.

“CIA menilai, dengan kepercayaan diri yang rendah, bahwa asal usul pandemi COVID-19 lebih mungkin berhubungan dengan penelitian, ketimbang berasal dari alam. Hal ini disimpulkan berdasarkan laporan yang ada,” ujar juru bicara CIA, seperti yang dilansir dari CBS News.

Namun, CIA juga menegaskan bahwa baik teori mengenai asal-usul yang berkaitan dengan penelitian maupun yang bersumber dari alam tetap merupakan kemungkinan yang patut dipertimbangkan.

CIA Kaji Kembali Asal Usul COVID-19: Kebocoran Lab Jadi Kemungkinan Utama

Pernyataan ini merupakan keputusan pertama yang diambil oleh Direktur CIA yang baru, John Ratcliffe, yang ditunjuk oleh Presiden Donald Trump. Ratcliffe dikenal sebagai pendukung teori yang mengaitkan COVID-19 dengan kebocoran di Wuhan Institute of Virology, sebuah laboratorium yang terletak sekitar 40 menit dari pasar Huanan, yang merupakan tempat pertama kali ditemukannya kluster COVID-19.

Penting untuk dicatat bahwa kesimpulan CIA ini bukan berasal dari bukti intelijen terbaru, melainkan laporan yang sudah ada sejak masa pemerintahan Presiden Joe Biden.

Menanggapi pernyataan dari CIA, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyatakan bahwa kemungkinan virus COVID-19 berasal dari kebocoran laboratorium sangat kecil. Mao merujuk pada hasil penyelidikan oleh tim ahli China dan WHO, yang menyatakan bahwa kebocoran dari laboratorium tidak ditemukan bukti yang cukup kuat.

“Kesimpulan bahwa virus berasal dari kebocoran laboratorium sangat tidak mungkin, hal ini sudah disepakati oleh tim gabungan ahli China dan WHO setelah melakukan kunjungan lapangan ke laboratorium Wuhan,” ujar Mao Ning. “Ini juga sudah diakui oleh komunitas internasional dan ilmiah,” tambahnya.