Setiap tahun, saat mendekati perayaan Imlek, Jalan Sulaiman di Kelurahan Sukabumi Utara, Jakarta Barat, selalu dipenuhi oleh pedagang yang menjual bandeng. Fenomena ini bukan sekadar berkaitan dengan pasar biasa, tetapi menjadi bagian dari Festival Bandeng Rawa Belong, sebuah acara yang digelar oleh Pemprov DKI Jakarta untuk merayakan 500 tahun Jakarta.
Namun, yang lebih menarik dari festival ini adalah tradisi unik yang dikenal dengan nama ‘nganter bandeng’. Tradisi ini sudah ada sejak tahun 1960-an, yang pada awalnya adalah bagian dari budaya masyarakat Betawi dan Tionghoa.
Menurut Muhammad Kharis Syaifudin, Kasi Pemerintahan Kelurahan Sukabumi Utara, ‘nganter bandeng’ adalah kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat Betawi, di mana mereka membeli ikan bandeng, memasaknya, dan kemudian mengantarkannya ke rumah calon mertua, keluarga dekat seperti paman dan bibi. Tujuan dari tradisi ini adalah untuk menjalin hubungan baik serta mempererat ikatan keluarga, terutama di kalangan laki-laki Betawi yang menganggap mengantarkan bandeng ke rumah pacar atau calon mertua sebagai sebuah kewajiban.

Di sisi lain, bagi masyarakat Tionghoa, ikan bandeng memiliki makna simbolis. Dalam bahasa Mandarin, kata “yu” yang berarti ikan, juga terdengar mirip dengan kata yang mengandung arti keberlimpahan atau surplus. Oleh karena itu, ikan, termasuk bandeng, kerap disajikan dalam perayaan Imlek untuk menyambut tahun baru dengan harapan memperoleh rezeki dan kelimpahan sepanjang tahun.
Bagi masyarakat Betawi, ikan bandeng tidak hanya dipandang sebagai hidangan, tetapi juga melambangkan kesuksesan. Bandeng, yang merupakan salah satu komoditas utama, dianggap sebagai simbol keberuntungan, dan tradisi ini mengakar kuat dalam kehidupan mereka. Pada saat menjelang Imlek, selain masyarakat Tionghoa, masyarakat Betawi juga turut meramaikan suasana dengan berbagai penjualan kebutuhan Imlek, salah satunya bandeng.
Tradisi ‘nganter bandeng’ ini biasanya dilakukan mulai H-4 Imlek, di mana pedagang bandeng musiman mulai membuka lapak di trotoar jalan. Namun, tahun ini, Pemprov DKI Jakarta memberikan sentuhan khusus dengan menampilkan budaya lokal ini dalam Festival Bandeng Rawa Belong, menjadikannya sebagai salah satu atraksi yang memperkenalkan kekayaan tradisi dan kearifan lokal Jakarta.
Sumber: www.gelanggangnews.com
