Gelanggangnews – Perusahaan minyak raksasa milik negara China, China National Petroleum Corporation (CNPC), memulai proyek ambisius pengeboran tanah super dalam di Gurun Taklamakan, Daerah Otonomi Xinjiang. Proyek ini disebut sebagai salah satu lubang terdalam di dunia, dengan target mencapai kedalaman lebih dari 11.000 meter.
Dilaporkan oleh Xinhua, pengeboran dimulai pada 30 Mei 2025, dan dirancang untuk menembus lapisan geologi kuno yang telah terbentuk ratusan juta tahun silam. Proyek ini diberi nama Deep Earth 1-Yuejin 3-3XC, dan diharapkan selesai dalam waktu sekitar 457 hari.
🛢️ Misi: Eksplorasi Cadangan Minyak Terdalam
Lubang bor ini tidak hanya menjadi prestasi teknik, tetapi juga misi eksplorasi energi. Menurut Liu Quanyou, pakar geologi dari Universitas Peking, pengeboran ini akan menembus lapisan Kambrium, yang terbentuk lebih dari 500 juta tahun lalu. Wilayah ini diyakini menyimpan potensi cadangan minyak dan gas yang besar, tersembunyi jauh di bawah permukaan bumi.
“Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah masih ada sumber minyak dan gas di kedalaman ekstrem seperti itu,” ujar Liu kepada New Scientist.
💡 Cekungan Tarim: Surga Energi di Bawah Tanah
Cekungan Tarim, tempat proyek ini dilaksanakan, merupakan wilayah strategis yang menyimpan sejumlah ladang minyak terdalam dan terbesar di China. Tak hanya CNPC, perusahaan energi raksasa lainnya seperti Sinopec juga aktif mengebor sumur ultra-dalam di kawasan ini, termasuk proyek di ladang gas Shunbei yang mencapai kedalaman lebih dari 8.000 meter.
🔬 Penelitian Geologi dan Ambisi Nasional
Selain tujuan komersial, proyek ini juga menjadi bagian dari visi ilmiah jangka panjang China. Presiden Xi Jinping sebelumnya menyebut “eksplorasi bumi dalam” sebagai satu dari empat frontier strategis dalam riset nasional. Proyek ini bertujuan mendukung kemandirian energi China, sekaligus memberikan pemahaman geologis baru tentang struktur bawah tanah Asia yang terbentuk saat penutupan Samudera Paleo-Asia lebih dari 200 juta tahun lalu.
🎯 “Walaupun ini tampak seperti proyek industri migas, nilainya bagi riset ilmiah sangat besar,” ujar Edward Sobel, geolog dari Universitas Potsdam, Jerman.
📌 Simak berita sains dan energi selengkapnya hanya di www.gelanggangnews.com — berita tajam, akurat, dan mencerdaskan dari berbagai penjuru dunia.

