Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Protes Meluas di Iran: Rakyat Menjerit, Listrik dan Air Menghilang

ByAdmin Gelanggang

Jul 30, 2025

TEHERAN, IRAN – Ketegangan sosial di Iran akibat krisis air terus meningkat. Memasuki malam keenam, protes warga di berbagai wilayah, khususnya di provinsi Khuzestan, masih berlangsung dengan suasana yang semakin memanas. Laporan dari video yang beredar di media sosial dan media lokal Iran pada Rabu (21/7) menunjukkan adanya bentrokan antara warga dan aparat keamanan.

Gelombang protes dipicu oleh kekeringan terparah dalam 50 tahun terakhir yang menyebabkan krisis air akut. Provinsi Khuzestan, yang terletak di barat daya Iran dan dikenal sebagai wilayah kaya minyak, menjadi episentrum kemarahan publik. Penduduk daerah ini, terutama dari komunitas etnis Arab minoritas, sudah lama merasa termarjinalkan secara ekonomi dan sosial.

Pasukan Keamanan Gunakan Gas Air Mata, Polisi Dilaporkan Tewas

Beberapa cuplikan video menunjukkan aparat keamanan melepaskan gas air mata untuk membubarkan massa. Kantor berita semi-resmi Fars melaporkan bahwa seorang polisi tewas dan satu lainnya terluka setelah ditembak oleh “para perusuh” di kota pelabuhan Mahshahr, Khuzestan. Namun laporan-laporan dari aktivis di media sosial menyebut bahwa korban sebenarnya adalah dari kalangan sipil yang ditembak oleh pasukan keamanan.

Di kota Izeh, para demonstran meneriakkan slogan “Reza Shah, diberkatilah jiwamu”, merujuk pada pendiri dinasti Pahlavi yang digulingkan dalam Revolusi Islam 1979. Seruan ini dinilai simbolis sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap sistem pemerintahan Republik Islam Iran.

Protes Meluas hingga Teheran, Terjadi Seruan Ganti Rezim

Tidak hanya terbatas di Khuzestan, aksi solidaritas dan kemarahan turut menyebar ke ibu kota Teheran. Pada Selasa malam (20/7), sejumlah video memperlihatkan perempuan di sebuah stasiun metro meneriakkan yel-yel anti-pemerintah, termasuk “Turunkan Republik Islam”.

Bahkan beberapa rekaman memperdengarkan seruan langsung yang menyasar Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menandakan tingkat kekecewaan publik yang makin tinggi terhadap kepemimpinan tertinggi di negara tersebut.

Walaupun Reuters belum bisa memverifikasi keaslian video-video tersebut secara independen, banyak potongan gambar yang dibagikan oleh kelompok aktivis menunjukkan eskalasi kekerasan, termasuk tembakan langsung ke arah massa.

Aktivis: Aksi Damai, Tapi Direspons Represif

Salah satu video menunjukkan seorang perempuan berbahasa Arab memohon kepada aparat:

“Pak! Pak! Demonstrasi ini damai. Kenapa Anda menembak? Tidak ada yang mengambil air atau tanah Anda.”

Seruan ini menggambarkan bagaimana sebagian warga melihat aksi mereka sebagai bentuk protes damai terhadap kebijakan yang dianggap gagal mengelola sumber daya air dan memperhatikan hak-hak etnis minoritas.

Menurut HRANA (Human Rights Activists News Agency), setidaknya terjadi 31 aksi protes di berbagai kota di Iran pada 19-20 Juli, termasuk demonstrasi dari para petani, buruh energi, dan pensiunan. Aksi ini mencerminkan ketidakpuasan yang mendalam terhadap pengangguran tinggi, inflasi di atas 50 persen, dan tata kelola ekonomi yang dinilai buruk.

Krisis Air dan Ekonomi: Ledakan Sosial yang Tak Terbendung

Iran saat ini menghadapi tantangan multidimensi. Kekeringan berkepanjangan menghantam sektor rumah tangga, pertanian, dan peternakan. Ketergantungan terhadap sistem listrik berbasis air turut memperburuk krisis dengan terjadinya pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah.

Sementara itu, sektor ekonomi Iran terpukul oleh sanksi internasional, khususnya pasca-keluarnya Amerika Serikat dari kesepakatan nuklir pada 2018 di bawah pemerintahan Donald Trump. Selain itu, dampak pandemi COVID-19 memperparah situasi dengan menekan konsumsi dan memperlambat sektor produksi.

Dalam kondisi seperti ini, ketegangan sosial menjadi tak terhindarkan. Aksi-aksi protes kini bukan hanya soal air, tetapi berkembang menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan, diskriminasi, dan sistem pemerintahan yang dianggap tidak transparan dan tidak responsif terhadap kebutuhan rakyat.

Ikuti terus berita internasional terbaru, isu hak asasi manusia, dan dinamika politik Timur Tengah hanya di:
👉 www.gelanggangnews.com