GelanggangNews – KEBUMEN – Sebuah rumah yang difungsikan sebagai pabrik tahu rumahan di Desa Klegenwonosari, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, dilalap api pada Selasa (10/2/2026) siang. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 13.35 WIB saat aktivitas produksi tahu tengah berlangsung. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Namun, kebakaran tersebut sempat membuat panik pemilik rumah dan warga sekitar karena api muncul dari bagian lantai atas bangunan. Kapolres Kebumen, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) I Putu Bagus Krisna Purnama, menjelaskan bahwa bangunan yang terbakar merupakan rumah milik Yusono (48), warga setempat yang sehari-hari menjalankan usaha produksi tahu rumahan.
Rumah tersebut terdiri dari dua lantai; lantai bawah digunakan sebagai area produksi, sementara lantai atas difungsikan sebagai ruang hunian. “Api pertama kali diketahui oleh anak korban yang melihat kepulan asap dari ventilasi kamar lantai dua. Setelah dicek, kamar tersebut sudah terbakar,” jelas Kapolres Kebumen.
Mengetahui adanya kebakaran, keluarga korban segera meminta bantuan warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Klirong. Petugas pemadam kebakaran dari Kecamatan Petanahan juga segera diterjunkan ke lokasi. Upaya pemadaman berlangsung cukup cepat sehingga api berhasil dikendalikan sebelum merambat ke bagian bangunan lainnya maupun rumah warga di sekitarnya.
Olah TKP dan Penyebab Kebakaran
Setelah api padam, jajaran Polres Kebumen bersama Polsek Klirong langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengetahui penyebab pasti kebakaran. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga kebakaran dipicu oleh panas berlebih yang berasal dari cerobong asap dapur produksi tahu.
Cerobong tersebut diketahui melewati area kamar di lantai dua bangunan. “Panas dari cerobong diduga mengenai material yang mudah terbakar, seperti lemari plastik dan konstruksi kayu di sekitarnya, sehingga memicu munculnya api,” ungkap Kapolres Kebumen.
Polisi juga memastikan bahwa sistem kelistrikan di lokasi tidak menjadi penyebab kebakaran. Berdasarkan temuan di lapangan, meteran listrik dan instalasi kelistrikan rumah dalam kondisi normal serta tidak ditemukan tanda-tanda korsleting.
Akibat peristiwa tersebut, pemilik rumah mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai jutaan rupiah. Sejumlah barang di kamar lantai dua dilaporkan rusak, di antaranya satu kamar berbahan kayu, sebuah kasur, lemari plastik yang meleleh, serta jendela kaca yang pecah.
Imbauan Kepolisian
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menjadi peringatan penting bagi pelaku usaha rumahan, khususnya yang menggunakan bahan bakar kayu dan sistem cerobong asap di dalam bangunan hunian. Polres Kebumen mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan aspek keselamatan kerja, termasuk penataan jalur cerobong, ventilasi, serta jarak aman antara sumber panas dan material yang mudah terbakar.
“Kami mengingatkan para pelaku usaha rumahan untuk rutin mengecek sistem keamanan agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar,” pungkas Kapolres.











