Solok Selatan, 29 Agustus 2025 – Sebanyak 20 sekolah di Solok Selatan sudah menikmati MBG (Makan Bergizi Gratis), sebuah program unggulan dari pemerintah untuk meningkatkan gizi dan kualitas belajar siswa. Namun, meski program ini telah berjalan di dua puluh sekolah, Dinas Pendidikan setempat menyebut masih membutuhkan 20 SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) tambahan untuk memenuhi kebutuhan seluruh wilayah.
Dalam laporan resmi yang diterima oleh Gelanggang News, disebutkan bahwa program MBG saat ini telah menjangkau lebih dari 4.600 siswa di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, hingga SMA/SMK. Sekolah-sekolah tersebut tersebar di beberapa kecamatan seperti Sungai Pagu, Pauh Duo, dan Sangir.
Program ini mendapat respon positif dari masyarakat, khususnya orang tua siswa yang merasa terbantu dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak mereka. Namun, tantangan muncul ketika kapasitas penyediaan makanan bergizi belum mampu menjangkau seluruh sekolah di daerah tersebut.
Berita pendidikan: 20 sekolah di Solok Selatan sudah nikmati MBG, tapi kenapa masih butuh 20 SPPG baru? Pertanyaan ini menjadi sorotan publik, mengingat pemerintah kabupaten telah menerima anggaran tambahan dari pusat untuk memperluas cakupan program MBG.
Kepala Dinas Pendidikan Solok Selatan, Drs. Yusrizal, menjelaskan bahwa keterbatasan SPPG menjadi kendala utama. “Kami sudah memiliki 20 SPPG aktif, tetapi dengan jumlah sekolah yang terus bertambah dan lokasi geografis yang tersebar, dibutuhkan 20 unit SPPG baru agar distribusi makanan bisa merata dan efektif,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan SPPG tidak hanya sekadar menyediakan dapur, tetapi juga memerlukan tenaga terlatih, fasilitas sanitasi, dan rantai distribusi yang aman. Oleh karena itu, proses pengadaannya membutuhkan waktu dan perencanaan yang matang.

Dalam konteks berita pendidikan: 20 sekolah di Solok Selatan sudah nikmati MBG, pemerintah daerah juga menyoroti tantangan logistik dan infrastruktur di beberapa wilayah terpencil yang menyulitkan penyaluran makanan secara rutin.
Anggota DPRD Solok Selatan, Yuni Marlina, menyambut baik perluasan program MBG, tetapi meminta agar proses pembangunan SPPG dilakukan dengan transparan dan memperhatikan prinsip pemerataan. “Kita ingin semua anak mendapatkan manfaat program ini, tanpa perbedaan kualitas maupun kuantitas,” tegasnya.
Sejumlah guru dan kepala sekolah yang ditemui oleh Gelanggang News mengaku program MBG telah berdampak signifikan terhadap kehadiran dan semangat belajar siswa. Mereka berharap program ini diperluas ke seluruh sekolah di kabupaten tersebut.
Berita pendidikan: 20 sekolah di Solok Selatan sudah nikmati MBG, tapi kenapa masih butuh 20 SPPG baru? menjadi penting untuk terus dipantau, mengingat program ini bukan hanya soal konsumsi, tetapi juga investasi jangka panjang pada kesehatan dan kecerdasan generasi muda.
Untuk berita pendidikan dan kebijakan daerah terbaru lainnya, kunjungi: www.gelanggangnews.com












