Banjir Meluas ke 136 Desa di Pati, Warga Keluhkan Minimnya Bantuan

GelanggangNews — Bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Pati terus meluas dan menyebabkan dampak signifikan bagi ribuan warga. Berdasarkan data resmi Pemerintah Kabupaten Pati, hingga Minggu (18/1/2026), banjir telah merendam 136 desa yang tersebar di 12 kecamatan, membuat puluhan ribu rumah terendam serta ratusan warga harus mengungsi.

Bupati Pati, Sudewo, dalam konferensi pers menyampaikan keadaan darurat tersebut telah memaksa pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari, efektif mulai awal Januari hingga 23 Januari 2026. Sampai dengan hari ini tercatat lebih dari 61.600 warga terdampak dan sekitar 20.000 rumah terendam air banjir. Sayangnya, banjir ini juga telah menelan korban jiwa, dengan dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat musibah ini.

Sejumlah warga yang rumahnya masih digenangi air mengungkapkan kekecewaan terhadap bantuan yang dinilai lambat dan minim. Beberapa warga desa yang terdampak menyatakan bahwa bantuan logistik seperti makanan siap saji, selimut, serta obat-obatan masih sangat terbatas di titik-titik pengungsian meskipun sudah lebih dari seminggu banjir berlangsung. Kesulitan logistik ini diperparah oleh terputusnya akses jalan di beberapa titik yang terendam dan hanya bisa dilalui dengan perahu kecil.

Kondisi banjir juga menyebabkan gangguan arus lalu lintas, terutama di jalur Pantura dan jalur alternatif antar kecamatan yang tergenang hingga hampir satu meter, sehingga mempersulit distribusi bantuan.

Sementara itu, pemerintah pusat melalui BNPB dan instansi terkait telah memobilisasi sejumlah posko pengungsian serta dapur umum untuk menangani kebutuhan dasar warga. Meski demikian, warga berharap respons bantuan bisa lebih cepat dan merata di seluruh desa terdampak.


🔗 Baca lebih banyak berita lokal dan nasional di: https://gelanggangnews.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *