GelanggangNews – WASHINGTON D.C. – Pasukan militer Amerika Serikat (AS) menghancurkan 16 kapal pemasang ranjau serta sejumlah kapal lainnya milik Iran di Selat Hormuz pada Selasa (10/3/2026). Pengumuman tersebut disampaikan oleh Komando Pusat AS atau Central Command (Centcom), sebagaimana dilansir Wall Street Journal. Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran pihak Washington bahwa Iran akan menyebarkan ranjau di jalur perairan strategis tersebut.
Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling krusial di dunia. Sekitar 20 persen dari total pasokan minyak harian global bergantung pada akses melalui selat ini.
Sebelum Centcom mengumumkan informasi tersebut secara resmi, Presiden AS Donald Trump sempat memberikan keterangan bahwa tentaranya telah menghancurkan 10 kapal pemasang ranjau dalam operasi yang berlangsung selama beberapa jam. Namun, Centcom kemudian memperbarui data tersebut dan mengonfirmasi bahwa total ada 16 kapal Iran yang berhasil dilumpuhkan.
Peringatan Keras dari Trump
Diberitakan sebelumnya, Trump memberikan peringatan keras kepada Iran jika Teheran benar-benar memasang ranjau di Selat Hormuz. Trump melontarkan ancaman tersebut melalui unggahan di media sosial Truth Social pada Selasa, sebagaimana dilansir AFP.
Trump menyatakan bahwa meskipun dia belum menerima laporan resmi mengenai aktivitas tersebut, dia mendesak Iran untuk segera bertindak jika benar-benar telah memasang ranjau.
“Jika karena alasan apa pun ranjau telah ditempatkan dan tidak segera disingkirkan, konsekuensi militer bagi Iran akan berada pada level yang belum pernah terlihat sebelumnya,” tulis Trump.
Trump menegaskan bahwa langkah pembersihan ranjau oleh Iran akan dianggap sebagai sinyal positif untuk meredakan ketegangan. “Jika, di sisi lain, mereka menyingkirkan apa yang mungkin telah ditempatkan, itu akan menjadi langkah raksasa ke arah yang benar,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Trump mengancam akan menggunakan rudal—yang sebelumnya digunakan untuk menghancurkan kapal penyelundup narkoba di perairan Amerika Latin—untuk melenyapkan setiap kapal peletak ranjau di Selat Hormuz.
“Mereka akan ditangani dengan cepat dan keras. Waspadalah!” tegas Trump dalam unggahannya.













