Anggota Polres Merangin Diperiksa oleh Propam Usai Video Mainkan Sirine Patroli Tanpa Alasan Darurat Viral di Media Sosial

Seorang anggota kepolisian dari Polres Merangin, Bripda MHBI, tengah menjadi sorotan publik setelah aksinya yang memicu kontroversi. Dalam sebuah video yang viral di media sosial, Bripda MHBI tampak memainkan sirine mobil patroli tanpa adanya keadaan darurat yang memerlukan penggunaan sirine. Aksi tersebut langsung menarik perhatian netizen dan mendapat kecaman karena dinilai tidak profesional serta melanggar etika kepolisian.

Dalam video yang beredar luas, Bripda MHBI yang berusia 22 tahun terlihat sedang tertawa sambil menyalakan sirine mobil patroli. Selain suara sirine yang berbunyi nyaring, dia juga menyertakan tulisan yang berbunyi, “My inner child, ‘bunyiin sirine polisi” di unggahannya. Hal ini seolah menggambarkan kegembiraannya dengan hal yang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang anggota kepolisian, yang seharusnya bertindak dengan penuh rasa tanggung jawab, apalagi terkait dengan alat yang digunakan untuk merespons keadaan darurat.

Aksi tersebut langsung menimbulkan kritik keras dari sejumlah netizen yang merasa bahwa tindakan Bripda MHBI tidak pantas dan bisa merusak citra kepolisian sebagai lembaga yang seharusnya mengedepankan profesionalisme dan rasa hormat terhadap tugasnya. Dalam dunia maya, banyak yang menyuarakan ketidaksetujuan atas kelakuan Bripda MHBI, yang dinilai tidak hanya tidak sesuai dengan prosedur, tetapi juga tidak memberikan contoh yang baik bagi masyarakat.

Menyusul viralnya video tersebut, Kasubbid Penmas Polda Jambi, Kompol M Amin Nasution, membenarkan bahwa Bripda MHBI adalah anggota Polres Merangin. Ia juga menegaskan bahwa pihak kepolisian sudah mengambil tindakan tegas terhadap kejadian ini. “Ya, benar, oknum polisi yang terlihat dalam video tersebut adalah anggota Polres Merangin. Kami sangat menyayangkan kejadian ini dan langsung menindaklanjutinya,” ujar Amin dalam keterangan resminya yang dirilis pada Jumat (24/1).

 

Anggota Polres Merangin Diperiksa oleh Propam Usai Video Mainkan Sirine Patroli Tanpa Alasan Darurat Viral di Media Sosial

Saat ini, Bripda MHBI sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh Propam Polres Merangin. Proses pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi serta untuk menilai apakah ada pelanggaran etik atau prosedur yang dilakukan oleh yang bersangkutan. Selama masa pemeriksaan, Bripda MHBI ditempatkan di ruangan khusus di Polres Merangin untuk menghindari gangguan dan memastikan proses pemeriksaan berjalan lancar.

Menurut keterangan yang diberikan oleh Amin, Bripda MHBI mengaku bahwa video tersebut dibuat pada Mei 2024, ketika dirinya sedang menjalani kegiatan rutin sebagai bagian dari tugas kepolisian. Meskipun video itu dibuat pada waktu yang lebih lama, namun baru-baru ini video tersebut menjadi viral di media sosial dan menarik perhatian publik. Hal ini pun menambah beban bagi Bripda MHBI karena tanggung jawab besar yang diembannya sebagai seorang anggota polisi, yang diharapkan memberikan teladan bagi masyarakat.

Amin juga menegaskan bahwa setelah proses pemeriksaan selesai, Bripda MHBI akan menghadapi sidang etik untuk mengetahui sejauh mana tindakannya melanggar kode etik kepolisian. Jika terbukti bersalah dan melanggar aturan yang berlaku, Bripda MHBI tidak akan terlepas dari sanksi disipliner yang sesuai dengan ketentuan yang ada dalam tubuh kepolisian. Sanksi tersebut bisa berupa peringatan keras, penurunan pangkat, atau bahkan pemecatan, tergantung pada tingkat kesalahan yang terbukti.

“Saat ini, kami masih menunggu hasil pemeriksaan yang sedang dilakukan oleh Propam Polres Merangin. Kami akan menindaklanjuti sesuai dengan hasil pemeriksaan tersebut. Apabila terbukti melanggar kode etik, kami akan segera menjadwalkan sidang disiplin atau sidang kode etik sesuai dengan prosedur yang berlaku dalam kepolisian,” tambah Amin.

Tindakan ini menunjukkan bahwa kepolisian tidak akan mentolerir perilaku yang dapat merusak citra dan kredibilitas lembaga mereka. Sebagai anggota polisi, Bripda MHBI diharapkan untuk bertindak dengan penuh rasa tanggung jawab dan menjaga profesionalisme dalam setiap tugas yang diemban, baik dalam menjalankan operasi maupun dalam interaksi dengan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *