Anaknya Tewas Dibunuh, Ibu Siswi SMP di Sikka: Kami Miskin, Tolong Beri Keadilan

GelanggangNews – Tragedi kematian STN (14), siswi kelas VIII Sekolah Menengah Pertama (SMP) MBC Ohe, Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.

Maria Yohana Nona, ibu korban, mengaku sangat terpukul atas peristiwa yang menimpa anaknya. STN merupakan anak perempuan satu-satunya di dalam keluarga tersebut. Yohana mengungkapkan bahwa korban memiliki berat badan 54 kilogram dan tinggi 160 cm. Itulah sebabnya, ia menduga ada pelaku lain yang terlibat memindahkan jasad anaknya dari rumah pelaku ke Kali Watuwogat.

Yohana menyatakan kekecewaannya terhadap kinerja kepolisian yang dianggap tidak serius menangani kasus tersebut.

“Saya ibunya, saya kecewa dengan polisi dalam menangani kasus anak saya. Mungkin karena kami miskin, kami orang bodoh, mungkin dari situ mereka mau mempermainkan kami saja,” ujar Yohana, Senin (2/3/2026).

Yohana meminta Kapolda NTT dan Mabes Polri untuk mengambil alih penanganan kasus apabila Polres Sikka tidak serius. “Saya hanya minta keadilan untuk anak saya,” ucapnya.

Kronologi Kejadian

Peristiwa memilukan ini bermula pada Jumat, 20 Februari 2026, sekitar pukul 15.00 WITA. Sejumlah saksi, termasuk Vincentius Sawe, Maria Putriana Bunga, Marieta Betrik, Yafrianus Padak, Maria Maesti, dan Saferius Gewar, pergi ke rumah keluarga Bernadus Buko untuk menghadiri acara adat.

Sementara itu, sekitar pukul 16.00 WITA, korban mendatangi rumah pelaku berinisial FGR untuk mengambil gitar. Saat itu, hanya pelaku yang berada di rumah. Di dapur, pelaku sempat mengambil parang untuk membelah durian.

Setelah selesai makan durian, pelaku diduga memaksa korban untuk melakukan hubungan badan. Pelaku kemudian meminta agar kejadian tersebut tidak diceritakan kepada orang lain. Namun, pelaku melihat korban menelepon seseorang, yang kemudian memicu kemarahan dan perkelahian.

Pelaku menganiaya korban hingga mengakibatkan korban meninggal dunia. Setelah korban tak bernyawa, pelaku menyeret dan menyembunyikan jasad korban di dekat kali, kemudian menutupinya dengan daun talas sebelum akhirnya kembali ke rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *