Ada Mie Godhok dan Es Kopi Butterscotch Enak di Kafe Museum Satriamandala

Jakarta — Museum tak selalu identik dengan suasana kaku atau kunjungan edukatif semata. Hal itu terbukti di kawasan Museum Satriamandala, Jakarta Selatan, yang kini memiliki spot kuliner menarik. Ada mie godhok dan es kopi butterscotch enak di Kafe Museum Satriamandala, menjadikan tempat ini tak hanya tempat belajar sejarah militer, tetapi juga destinasi kuliner kekinian yang menggoda.

Kafe yang terletak di area luar museum ini hadir dengan konsep semi-outdoor yang memadukan nuansa historis dengan atmosfer santai. Pengunjung museum kini bisa bersantai sejenak setelah berkeliling, sembari menikmati sajian khas seperti mie godhok dan es kopi butterscotch yang jadi favorit pengunjung.

Menurut pengelola, menu andalan tersebut memang disiapkan untuk menarik minat generasi muda yang ingin menikmati sejarah sambil nongkrong. “Kami ingin menghadirkan suasana baru di museum, agar lebih dekat dengan anak muda. Ada mie godhok dan es kopi butterscotch enak di Kafe Museum Satriamandala, dan itu jadi pembuka selera sebelum atau setelah tur edukatif,” ujar Iwan Setiawan, pengelola museum dan kafe, kepada Gelanggang News.

Mie godhok disajikan dengan kuah gurih khas Jawa, dilengkapi suwiran ayam, telur, dan sayur segar. Sementara es kopi butterscotch hadir dengan paduan rasa manis-karamel dan sedikit sentuhan pahit dari kopi robusta lokal yang diseduh dingin. Kombinasi dua menu ini terbukti menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung, bahkan bagi mereka yang datang khusus hanya untuk mencoba kuliner di tempat ini.

“Awalnya saya ke sini mau lihat koleksi kendaraan tempur. Tapi ternyata ada mie godhok dan es kopi butterscotch enak di Kafe Museum Satriamandala yang banyak direkomendasikan di media sosial. Rasanya enak dan harganya terjangkau,” ujar Rani, salah satu pengunjung dari Depok.

Menu lain yang tak kalah menarik termasuk nasi goreng kemerdekaan, es kopi pandan, dan roti bakar vintage—semua ditata dalam suasana yang menyatu dengan koleksi museum seperti pesawat tempur dan tank tua yang dipajang tak jauh dari area duduk.

Langkah ini dinilai strategis oleh pelaku pariwisata. Dengan menghadirkan unsur kuliner, pengelola museum dapat memperluas daya tarik dan meningkatkan kunjungan dari kelompok yang selama ini kurang terjangkau, terutama kaum muda dan keluarga muda.

Berkat inovasi tersebut, pengunjung museum mengalami peningkatan sejak kafe mulai beroperasi penuh awal Agustus lalu. Tak hanya pelajar dan turis, para pekerja kantoran di sekitar Gatot Subroto juga kerap mampir saat jam makan siang atau sore hari.

Jika Anda sedang mencari pengalaman berbeda di Jakarta, ada mie godhok dan es kopi butterscotch enak di Kafe Museum Satriamandala yang bisa menjadi pilihan ideal untuk menikmati sejarah dan kuliner dalam satu kunjungan.

Untuk informasi wisata unik lainnya dan rekomendasi kuliner di sekitar Jakarta, kunjungi situs resmi www.gelanggangnews.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *