Jakarta, GELANGGANG NEWS – Gaya hidup modern dengan pola makan tinggi lemak dan rendah serat belakangan ini dikaitkan dengan meningkatnya kasus penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD) di masyarakat. Para ahli mengingatkan, jangan berlebihan, makanan berlemak bisa memicu GERD, terutama jika dikonsumsi secara rutin tanpa kontrol.
GERD merupakan gangguan pencernaan kronis yang terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan, menyebabkan rasa nyeri ulu hati (heartburn), mual, hingga iritasi tenggorokan. Salah satu faktor pemicunya adalah konsumsi makanan berlemak tinggi seperti gorengan, makanan cepat saji, daging berlemak, dan produk olahan susu penuh lemak.
“Lemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, dan ini bisa memperlambat pengosongan lambung. Akibatnya, tekanan dalam lambung meningkat dan asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan,” jelas dr. Widya Pranata, SpPD-KGEH, dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterohepatologi.
Dalam sejumlah studi medis, konsumsi makanan tinggi lemak terbukti meningkatkan risiko GERD hingga 30% lebih tinggi dibandingkan pola makan seimbang. Oleh karena itu, jangan berlebihan, makanan berlemak bisa memicu GERD, terutama bagi individu yang sudah memiliki riwayat asam lambung atau obesitas.
Gejala GERD yang umum meliputi:
Sensasi terbakar di dada (heartburn) terutama setelah makan atau saat berbaring
Regurgitasi atau rasa asam di mulut
Perut kembung dan sering bersendawa
Gangguan tidur akibat refluks asam
Jika tidak ditangani dengan baik, GERD bisa berkembang menjadi komplikasi serius seperti esofagitis (radang kerongkongan), striktur esofagus, hingga kondisi pra-kanker yang disebut Barrett’s esophagus.
Untuk mencegahnya, penting menerapkan pola makan dan gaya hidup sehat. Berikut beberapa langkah pencegahan yang disarankan:
Hindari konsumsi makanan berlemak secara berlebihan.
Makan dalam porsi kecil tapi sering.
Jangan langsung berbaring setelah makan.
Kurangi konsumsi kafein, cokelat, alkohol, dan makanan pedas.
Jaga berat badan ideal dan hindari merokok.
“Pencegahan sangat mungkin dilakukan dengan edukasi yang tepat. Banyak orang tidak sadar bahwa pilihan makanannya sehari-hari bisa memperburuk kondisi lambung,” tambah dr. Widya.

Penting untuk diingat bahwa jangan berlebihan, makanan berlemak bisa memicu GERD bukan sekadar peringatan, melainkan bagian dari upaya menjaga kualitas hidup jangka panjang. Perubahan kecil dalam pola makan dapat membawa dampak besar dalam mengurangi keluhan lambung.
Bagi Anda yang mengalami gejala berulang, disarankan segera berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut. Penanganan dini dapat mencegah komplikasi serius dan memperbaiki kualitas hidup pasien secara signifikan.
Simak informasi kesehatan lainnya hanya di www.gelanggangnews.com.

