Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Berkali-kali Kena Sanksi AS dan Sekutunya, Iran Tetap Bertahan

ByAdmin Gelanggang

Jun 20, 2025

Dikepung Sanksi Barat, Iran Tetap Bertahan dan Bangkit

 Meski berkali-kali dijatuhi sanksi ekonomi oleh Amerika Serikat dan sekutunya, Iran tetap menunjukkan ketahanan yang mengejutkan. Dari pembatasan perdagangan minyak, blokade perbankan, hingga larangan akses teknologi canggih, negara di bawah kepemimpinan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei ini tetap mampu menjaga stabilitas politik dan militernya.

Sanksi yang dimulai sejak era Revolusi 1979 semakin diperketat usai Iran mengembangkan program nuklirnya. Terakhir, setelah keluarnya AS dari kesepakatan nuklir JCPOA pada 2018, Iran dihantam embargo baru yang menyasar sektor energi, perbankan, logistik, hingga teknologi pertahanan. Namun alih-alih melemah, Iran justru mempercepat kemandiriannya.

Iran menjawab tekanan Barat dengan memperkuat produksi dalam negeri, termasuk industri militer. Negeri Para Mullah ini berhasil mengembangkan drone, rudal balistik, hingga sistem pertahanan siber yang mandiri—bahkan digunakan dalam konflik Timur Tengah.

Secara diplomatik, Iran juga menjalin kemitraan strategis dengan negara-negara Timur seperti Rusia, Cina, dan beberapa negara di Asia Tengah. Perdagangan lintas-barat pun dialihkan ke jalur ekonomi alternatif seperti Belt and Road Initiative (BRI) dan mekanisme barter regional.

Meskipun bertahan secara geopolitik, dampak sanksi tetap terasa di kalangan warga. Inflasi tinggi, kelangkaan barang, dan turunnya nilai tukar rial menjadi tantangan nyata. Namun, pemerintah Iran terus mendorong semangat resistance economy atau ekonomi perlawanan—yaitu semangat bertahan dan berdikari di tengah blokade internasional.

Kendati kerasnya tekanan, masyarakat Iran tetap menunjukkan daya tahan sosial yang tinggi. Banyak kalangan muda yang kini justru terlibat dalam inovasi teknologi, pertanian mandiri, hingga ekonomi digital.

Baca berita lengkap dan terkini lainnya hanya di:
 https://gelanggangnews.com