GelanggangNews – GARUT – Akses transportasi di wilayah selatan Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengalami hambatan serius setelah Jembatan Ciwarunga dilaporkan putus total pada Kamis (9/4/2026). Ambruknya infrastruktur vital ini disebabkan oleh cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi yang memicu luapan air sungai di wilayah Kecamatan Pakenjeng.
Jembatan sepanjang 14 meter dengan lebar 4 meter tersebut merupakan urat nadi penghubung utama antara Desa Pasirlangu dan Desa Tanjungjaya. Akibat kerusakan permanen ini, segala jenis kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, kini tidak dapat melintasi kawasan tersebut.
Dampak Sosial dan Ekonomi Masyarakat
Kapolsek Pakenjeng, Iptu Muslih Hidayat, mengonfirmasi bahwa insiden ini membawa dampak signifikan bagi aktivitas harian warga. Selain mengganggu distribusi logistik, putusnya jembatan juga menghambat interaksi sosial antardesa yang selama ini bergantung pada jalur tersebut.
“Kondisi jembatan sudah tidak bisa dilewati sama sekali oleh kendaraan karena kerusakan total,” jelas Iptu Muslih Hidayat dalam keterangannya, Kamis.
Warga Terpaksa Memutar Sejauh 20 Kilometer
Hilangnya akses utama ini memaksa masyarakat untuk mencari jalur alternatif. Namun, rute pengalihan arus lalu lintas yang tersedia saat ini sangat jauh dari kata efisien. Warga yang biasanya melintas dengan cepat kini harus menempuh jarak tambahan yang cukup melelahkan.
Rute Alternatif: Warga harus memutar arah dengan jarak tempuh kurang lebih 20 kilometer.
Waktu Tempuh: Perjalanan yang semula singkat kini memakan waktu berkali-kali lipat lebih lama.
Langkah Darurat dan Penanganan Terpadu
Menanggapi situasi ini, jajaran Polsek Pakenjeng bersama personel TNI, Tim SAR, dan aparat pemerintah setempat telah melakukan peninjauan langsung di lokasi kejadian. Beruntung, dalam musibah ini dilaporkan tidak ada korban jiwa.
Pihak kepolisian juga telah menjalin koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Garut agar segera menurunkan bantuan dan melakukan perbaikan permanen pada struktur jembatan. Sebagai langkah awal untuk membantu aktivitas yang mendesak, pemerintah desa setempat berencana membangun infrastruktur sementara.
Pembangunan Jembatan Darurat: Besok akan dilaksanakan kerja bakti untuk membangun jembatan bambu.
Prioritas: Jembatan bambu ini dikhususkan bagi pejalan kaki dan akses anak-anak menuju sekolah.
Imbauan Keselamatan
Mengingat curah hujan di wilayah Garut Selatan masih tergolong tinggi, petugas mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Warga dilarang keras memaksakan diri menyeberangi sungai secara manual atau turun ke aliran air karena debit sungai dapat meningkat sewaktu-waktu.
“Kami terus memantau situasi di lapangan dan meminta warga untuk tidak mengambil risiko berbahaya dengan turun ke sungai saat cuaca buruk,” tutup Muslih.

