Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Tragedi di Ponorogo: Dua Bocah Ditemukan Tewas di Kubangan Bekas Galian Usai Pamit Mengaji

ByAdmin Gelanggang

Apr 9, 2026

GelanggangNews – PONOROGO – Dua bocah berinisial MAZ (6) dan MAJ (7), warga Desa Madusari, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, ditemukan tewas di kubangan air galian tanah di Desa Beton, Kecamatan Siman, Kamis (9/4/2026). Sebelum ditemukan tak bernyawa, kedua bocah tersebut sempat pamit untuk pergi mengaji.

Pamapta 1 Polres Ponorogo, Ipda John Anderson, mengatakan bahwa peristiwa tragis ini bermula saat seorang saksi bernama Muslimin berteriak meminta tolong setelah melihat salah satu bocah berada di dalam kubangan air yang rencananya akan dijadikan kolam ikan tersebut.

“Warga yang mendengar teriakan langsung bergegas ke lokasi untuk memberikan pertolongan. Warga kemudian melakukan evakuasi dengan mengangkat korban dari kubangan air,” ujar John melalui pesan singkat, Kamis (9/4/2026).

Proses Pencarian Korban

Awalnya, warga hanya menemukan satu korban di lokasi. Namun, setelah dilakukan pencarian lebih lanjut di area kubangan galian tersebut, korban kedua akhirnya ditemukan. Kedua korban segera dilarikan ke RSUD dr. Harjono Ponorogo untuk mendapatkan penanganan medis, meski nyawa keduanya tidak tertolong.

Berdasarkan keterangan orang tua, kedua anak tersebut sempat mengikuti kegiatan mengaji di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) sebelum kejadian. “Kedua korban sebelumnya pamit mengaji di TPA. Saat waktu istirahat, mereka diduga pergi bermain di lokasi kejadian,” jelas John Anderson.

Hasil Pemeriksaan Medis

Kapolsek Siman, AKP Nanang Budianto, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua korban. Lokasi kejadian sendiri merupakan galian tanah seluas sekitar 5 meter persegi dengan kedalaman mencapai 2 meter.

“Kemungkinan korban terpeleset saat bermain. Hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya trauma fisik maupun luka lecet, namun ditemukan air keluar dari hidung dan mulut. Kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut terkait insiden ini,” tutup Nanang.