GelanggangNews – SIDOARJO – Insiden ledakan hebat terjadi di pabrik peleburan baja milik PT Great Wall Steel (GWS) atau Hani Jaya Steel yang berlokasi di Desa Janti, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin (6/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Peristiwa ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua pekerja lainnya mengalami luka-luka. Selain menimbulkan korban jiwa, kuatnya getaran dan lontaran material besi akibat ledakan tersebut juga merusak sedikitnya tujuh rumah warga yang tersebar di wilayah Sidoarjo hingga Surabaya.
Kronologi Ledakan di PT GWS
Ledakan bermula saat aktivitas pemotongan besi tua berlangsung di area pabrik. Berdasarkan keterangan polisi, dua pekerja berinisial P (27) dan MZA (40) tengah melakukan pemotongan logam menggunakan alat las pemotong (blender). Tiba-tiba, salah satu material besi tua tersebut meledak dengan suara dentuman yang sangat keras.
Serpihan logam terpental dan mengenai para pekerja serta seorang sopir yang berada di lokasi. “Ada tiga orang korban. Satu korban dengan inisial R meninggal dunia, sedangkan J dan Z mengalami luka,” ujar Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol. Christian Tobing, Senin (6/4/2026).
Identitas Korban: Sopir Pemasok Tewas
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Jules Abraham Abast, menjelaskan bahwa korban meninggal dunia berinisial R (17) bukanlah karyawan pabrik, melainkan sopir dari perusahaan pemasok (supplier) besi yang saat itu tengah beristirahat.
“Saudara P sedang melakukan pemotongan besi dengan menggunakan las blender dan sesaat kemudian besi tersebut meledak, serpihannya mengenai saudara R,” jelas Jules.
HRD General Affair PT GWS, Heri Prasetyo, menambahkan bahwa saat kejadian, korban R berada sekitar 50 meter dari titik ledakan. Korban terkena pecahan besi yang terpental hingga mengenai badannya dan dinyatakan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Material Terlempar hingga 750 Meter
Dahsyatnya ledakan membuat material besi terlempar hingga radius 750 meter dari lokasi pabrik. Muhammad Nur Kholis, warga Perumahan Wedoro Regency yang rumahnya berdekatan dengan pabrik, mengaku terkejut mendengar suara ledakan yang menyerupai bom.
“Suaranya seperti ledakan bom, sangat keras sekali. Saya baru tahu kondisi rumah setelah seseorang memberi tahu bahwa genteng pecah. Ternyata ada lempengan besi yang jatuh menembus atap,” kata Nur Kholis.
Ia menemukan lempengan baja seberat sekitar dua kilogram yang menjebol plafon rumahnya. Berdasarkan datanya, lima rumah di Sidoarjo terdampak, meliputi wilayah Wedoro Regency, Pelikan, dan Jatayu.
Dampak Kerusakan hingga ke Surabaya
Kerusakan ternyata meluas hingga ke wilayah Surabaya. BPBD Kota Surabaya melaporkan dua rumah di Jalan Kutisari Indah Barat, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, juga mengalami kerusakan.
“Rumah pertama milik TNM (45) mengalami kerusakan pada dudukan lampu yang terlepas. Rumah kedua milik S (59) mengalami kerusakan pada kaca jendela kamar di lantai dua,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Surabaya, Linda Novanti.
Guna memastikan penyebab pasti ledakan, Tim Jibom Gegana Polda Jawa Timur diterjunkan ke lokasi. Pihak kepolisian masih menyelidiki jenis besi tua yang memicu ledakan tersebut. Manajemen PT Great Wall Steel menyatakan akan bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatan, santunan, serta perbaikan rumah warga yang rusak.

