Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Diduga Nyabu di Tol, Sopir Truk Beras Berakhir Terperosok di Parit Depan Gedung Juang Bekasi

ByAdmin Gelanggang

Apr 6, 2026

GelanggangNews – BEKASI – Sebuah truk bermuatan beras mengalami kecelakaan tunggal dan terperosok ke dalam parit di depan Gedung Juang, Tambun, Kabupaten Bekasi pada Senin (6/4/2026) pagi. Insiden ini memicu kemacetan parah di ruas jalan sekitarnya, sementara hasil penyelidikan sementara kepolisian mengungkap fakta mengejutkan terkait kondisi pengemudi.

Kronologi Kejadian: Berawal dari Tol Cikunir

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Sumarni, menjelaskan bahwa kecelakaan ini diduga kuat dipicu oleh penyalahgunaan narkotika jenis sabu yang dilakukan oleh sopir truk tersebut. Berdasarkan keterangan awal, sopir diduga mengonsumsi barang haram tersebut saat masih berada di ruas Tol Cikunir.

Efek dari penggunaan zat tersebut diduga menimbulkan rasa ketakutan atau paranoid pada diri sopir. Dalam kondisi tidak stabil, ia memacu kendaraannya keluar melalui Gerbang Tol Grand Wisata.

“Sopir diduga menggunakan sabu di Tol Cikunir. Ia kemudian merasa ketakutan, melarikan diri keluar Tol Grand Wisata, dan terus melaju lurus dari jembatan Grand Wisata hingga berakhir di TKP, tepat di seberang Gedung Juang,” ujar Kombes Sumarni.

Dampak Lalu Lintas dan Proses Evakuasi

Akibat posisi truk yang terperosok ke parit, arus lalu lintas di kawasan tersebut mengalami hambatan serius. Berikut adalah poin-poin situasi di lapangan:

  • Titik Kemacetan: Penumpukan kendaraan terjadi cukup panjang di ruas Jalan Inspeksi Kalimalang, khususnya arus dari arah Tambun menuju Jakarta.

  • Waktu Evakuasi: Hingga pukul 09.39 WIB, petugas di lapangan masih berupaya mengevakuasi badan truk beserta muatan berasnya.

  • Alat Berat: Pihak kepolisian telah mengerahkan unit mobil derek untuk mengangkat truk agar arus lalu lintas bisa kembali normal.

Langkah Kepolisian

Saat ini, pihak Polres Metro Bekasi tengah mengamankan sopir tersebut untuk pemeriksaan lebih lanjut dan tes urine guna memastikan kadar narkotika dalam tubuhnya. Kasus ini menjadi pengingat keras akan bahaya penyalahgunaan narkoba, terutama bagi pengemudi angkutan logistik yang membawa beban berat di jalan raya.