GelanggangNews – Kawasan Gunung Guntur, Kabupaten Garut, kembali menjadi perbincangan setelah dilaporkannya peristiwa hilangnya seorang remaja secara misterius. Remaja berinisial MR (16), warga Kampung Godog, Desa Sirnajaya, sempat dinyatakan hilang di kawasan Gunung Sanghiang sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi yang membingungkan di pemukiman warga.
Awal Mula Kejadian: Perburuan Serangga yang Berujung Hilang
Peristiwa ini bermula pada Minggu pagi (29/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. MR bersama kakak dan keponakannya berangkat menuju area perkebunan di kaki Gunung Sanghiang, Desa Rancabango. Tujuan mereka cukup spesifik: mencari tonggeret, sejenis serangga yang suaranya nyaring dan kerap diburu warga karena memiliki nilai ekonomis sebagai bahan baku kosmetik.
Namun, keceriaan itu berubah menjadi kepanikan. Setelah sekitar dua jam menyusuri hutan dan perkebunan, MR tiba-tiba terpisah dari rombongan. Sang kakak sempat berusaha mencari keberadaan adiknya selama satu jam di sekitar lokasi terakhir terlihat, namun karena medan yang sulit dan tanda-tanda keberadaan MR tidak kunjung ditemukan, ia memutuskan turun gunung untuk meminta bantuan warga dan aparat desa.
Operasi Pencarian dan Laporan Resmi
Kekhawatiran keluarga memuncak saat malam tiba namun MR belum juga pulang. Berdasarkan keterangan dari Kasi Humas Polres Garut, Ipda Adi Susilo, pihak keluarga baru melaporkan kejadian tersebut secara resmi ke Polsek Tarogong Kaler pada pukul 20.30 WIB.
“Sesaat setelah menerima laporan, tepat pukul 21.00 WIB, tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, dan warga langsung bergerak melakukan penyisiran ke area gunung,” jelas Adi Susilo.
Penemuan Mengejutkan di Teras Rumah Warga
Di saat tim pencari tengah berjibaku dengan gelapnya hutan di Gunung Sanghiang, sebuah kabar mengejutkan datang dari Kampung Cipepe, Desa Mekargalih, Kecamatan Tarogong Kidul. Lokasi ini terbilang cukup jauh dari titik awal hilangnya korban.
Sekitar pukul 21.00 WIB, seorang warga bernama Dani mendapati pemandangan yang tidak biasa di rumahnya. Istri Dani, yang saat itu hendak mengepel lantai teras, dikejutkan oleh sosok remaja yang duduk meringkuk di pojokan teras. Kondisi remaja tersebut cukup memprihatinkan:
Tanpa Busana Atasan: MR ditemukan hanya mengenakan celana pendek.
Kondisi Psikis: Korban tampak sangat linglung, tatapannya kosong, dan tidak fokus saat diajak berbicara.
Kehadiran Misterius: Sebelumnya, anak Dani sempat melihat ada orang asing mondar-mandir di depan rumah, namun sosok itu sempat “menghilang” sesaat sebelum ditemukan di pojok teras.
Evakuasi dan Kembalinya Korban
Dani, yang juga merupakan perangkat desa setempat, segera bertindak cepat. Ia memberikan pakaian yang layak dan menyediakan kopi hangat untuk menenangkan MR. Setelah perlahan-lahan diajak berkomunikasi, MR akhirnya mampu menyebutkan asal desanya.
Dani langsung menghubungi Kepala Desa Sirnajaya untuk memastikan informasi tersebut. Kebetulan, sang Kades memang tengah memimpin pencarian di atas gunung. Setelah dikirimkan bukti berupa foto dan video, dipastikan bahwa remaja tersebut adalah MR yang sedang dicari-cari.
Tepat pada pukul 22.15 WIB, MR dijemput oleh pihak pemerintah desa untuk dipulangkan ke rumahnya. Meskipun secara fisik tidak mengalami luka serius, MR masih menunjukkan gejala disorientasi dan belum bisa menceritakan secara jelas bagaimana ia bisa berpindah lokasi dari kaki gunung hingga ke pemukiman warga dalam kondisi bertelanjang dada.
Catatan Akhir: Peristiwa ini menambah deretan kisah serupa yang kerap terjadi di lereng Gunung Guntur, yang bagi masyarakat setempat sering dikaitkan dengan fenomena disorientasi medan atau cerita-cerita rakyat yang kental dengan unsur mistis. Kini, pihak keluarga berfokus pada pemulihan kondisi mental MR agar kembali stabil.











