GelanggangNews – MAMUJU – Peristiwa nahas menimpa tujuh warga Desa Karama, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Kelompok warga yang terdiri dari pemuda hingga balita ini harus dilarikan ke puskesmas setelah diduga kuat mengalami keracunan usai mengonsumsi daging anjing pada Minggu (29/3/2026).
Kronologi Kejadian: Berawal dari Inisiatif Berbahaya
Insiden ini bermula ketika seorang petani setempat berinisial JS (30) menemukan seekor anjing peliharaan warga dalam kondisi tidak sehat. Berdasarkan keterangan polisi, anjing tersebut terlihat muntah-muntah di pagi hari.
Bukannya menjauh, JS justru berinisiatif untuk menyembelih dan memasak hewan tersebut untuk dikonsumsi bersama. Tak lama setelah hidangan disantap, gejala keracunan mulai muncul.
Gejala Awal: Mual-mual dan muntah hebat dialami oleh para warga yang ikut makan.
Kondisi Memburuk: Pada sore hari sekitar pukul 15.30 WITA, kondisi lima orang korban semakin melemas secara drastis sehingga harus segera dievakuasi ke Puskesmas Karama.
Profil Para Korban
Keracunan ini menyasar berbagai kelompok usia, yang menunjukkan betapa bahayanya mengonsumsi sumber pangan yang tidak terjamin kesehatannya, terutama bagi anak-anak:
Satu pemuda (23 tahun).
Empat remaja (rentang usia 11–14 tahun).
Satu bocah (8 tahun).
Satu balita (2 tahun).
Dugaan Penyebab: Racun Tikus
Kapolsek Kalumpang, Ipda Lukman Rahman, mengungkapkan bahwa dugaan sementara penyebab keracunan massal ini bukanlah penyakit alami sang hewan, melainkan zat kimia.
“Ada indikasi bahwa anjing yang disembelih tersebut sebelumnya telah memakan racun tikus, mengingat gejala muntah-muntah yang ditunjukkan hewan tersebut sebelum dipotong,” jelas Lukman dalam keterangannya.
Respons Kemenkes: Waspada Zoonosis dan Keamanan Pangan
Menanggapi kasus ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengeluarkan peringatan keras bagi masyarakat. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap hewan pembawa penyakit.
Poin Penting dari Kemenkes:
Bahaya Zoonosis: Anjing merupakan salah satu vektor utama penyakit zoonosis seperti Rabies. Mengonsumsi anjing yang sakit sangat berisiko menularkan penyakit berbahaya ke manusia.
Seleksi Bahan Pangan: Masyarakat diminta hanya mengonsumsi hewan yang status kesehatannya jelas dan dalam kondisi bugar saat disembelih.
Proses Pengolahan: Kemenkes mengimbau agar daging selalu dicuci bersih dan dimasak hingga benar-benar matang untuk meminimalisir risiko bakteri atau parasit.
Hingga saat ini, ketujuh korban masih berada dalam pemantauan tim medis. Kasus ini menjadi pengingat bagi publik untuk tidak sembarangan mengolah daging hewan yang ditemukan dalam kondisi sakit atau mati secara tidak wajar.











