GelanggangNews – Sebuah kapal tongkang pengangkut minyak di kawasan docking sebuah perusahaan di Sungai Mentaya, Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, terbakar pada Sabtu (28/3/2026) malam. Hingga kini, penyebab kebakaran yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka tersebut masih dalam penyelidikan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam, mengungkapkan bahwa total korban dalam kejadian itu berjumlah tiga orang. “Satu orang meninggal dunia, satu orang identitasnya masih belum diketahui, dan satu orang lagi mengalami luka-luka di kepala,” beber Multazam saat dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin (30/3/2026).
Multazam menyebutkan, peristiwa itu diperkirakan terjadi pada pukul 17.30 WIB. Kebakaran tersebut disertai suara ledakan yang membuat warga sekitar panik. Warga menduga pemicunya adalah sambaran petir karena saat kejadian sedang turun gerimis.
“Hanya saja, sampai saat ini penyebab pasti belum diketahui, masih simpang siur. Jadi, kami masih belum bisa memberikan jawaban terkait penyebabnya, masih diselidiki,” tambah Multazam.
Dia menjelaskan, proses pemadaman memakan waktu kurang lebih tiga jam. Petugas dari BPBD bersama tim pemadam kebakaran gabungan beberapa instansi berupaya keras memadamkan api. Upaya tersebut terkendala karena diduga masih ada sisa bahan bakar minyak di kapal, sehingga api sulit dipadamkan.
“Situasi kebakaran akhirnya dapat ditangani sekitar pukul 20.15 WIB. Selanjutnya dilakukan pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam, dan operasi berakhir kira-kira pukul 20.30 WIB,” imbuhnya.
Sementara itu, saat melakukan penyisiran di kapal yang terbakar, tim menemukan jasad seseorang dalam kondisi yang memprihatinkan, sehingga memerlukan identifikasi lebih lanjut untuk memastikan identitasnya. Pencarian juga dilakukan di sungai setelah tim mendapat informasi bahwa ada salah satu pekerja lainnya yang belum ditemukan usai ledakan tersebut.
“Setelah sekitar tiga jam melakukan operasional pemadaman dan melakukan overhaul, akhirnya operasi pun dinyatakan selesai dan status kebakaran dinyatakan hijau,” pungkas Multazam.











