GelanggangNews – BANDUNG – Cuaca buruk berupa hujan intensitas tinggi yang disertai angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, pada Sabtu (28/3/2026) siang. Fenomena alam ini mengakibatkan sejumlah pohon besar tumbang, menutup akses jalan utama, hingga merusak kendaraan milik pengunjung yang sedang terparkir di kawasan wisata.
Kejadian yang sempat terekam kamera warga dan viral di media sosial tersebut memicu respons cepat dari aparat kepolisian. Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan sekitar pukul 13.59 WIB dan segera mengerahkan personel ke titik lokasi untuk proses evakuasi.
“Fokus utama petugas di lapangan adalah pembersihan material pohon yang melintang di jalan. Kami ingin memastikan mobilitas masyarakat kembali normal sesegera mungkin. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini,” ujar Aldi pada Minggu (29/3/2026).
Kronologi dan Titik Terdampak
Berdasarkan laporan di lapangan, cuaca ekstrem mulai menunjukkan eskalasinya sekitar pukul 13.10 WIB. Kombinasi hujan lebat dan angin kencang membuat beban pada pepohonan meningkat drastis hingga akhirnya tumbang di beberapa titik krusial, antara lain:
Kawasan Wisata Rahong, Desa Pulosari.
Babakan Tirta, Desa Margamulya.
Area Parkir Tapak Tiara.
Jalur Utama Pangalengan–Ciwidey.
Kerugian Materiil dan Korban Luka
Yuyu Rahayu, selaku General Manager Area Bisnis Wisata Wilayah Barat Palawi Risorsis, merinci dampak kerusakan akibat musibah tersebut. Tercatat ada lima unit kendaraan yang tertimpa batang dan ranting pohon.
| Jenis Kendaraan | Jumlah | Keterangan |
| Mobil Pengunjung | 4 Unit | 1 Rusak Berat, 3 Rusak Ringan |
| Kendaraan Operasional | 1 Unit | Rusak Ringan |
Selain kerugian materiil, seorang pengemudi kendaraan operasional dilaporkan menjadi korban luka ringan. Korban telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis sesaat setelah kejadian.
Pernyataan Pengelola: Murni Force Majeure
Pihak PT Perhutani Alam Wisata (Palawi) Risorsis menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan faktor alam atau force majeure. Menurut Yuyu, cuaca ekstrem terjadi secara merata di wilayah Bandung Raya dan berlangsung sangat cepat di luar prediksi.
“Kami rutin menjalankan prosedur mitigasi, termasuk pemantauan kondisi pohon secara berkala. Namun, apa yang terjadi kemarin adalah murni faktor alam yang di luar kendali manusia,” jelas Yuyu.
Terkait ganti rugi bagi pemilik kendaraan yang terdampak, pihak pengelola telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan mediasi. Hasilnya, disepakati bahwa tanggung jawab atas kerusakan kendaraan akan ditangani oleh mitra pengelola kawasan wisata tersebut.
Kondisi Terkini
Hingga Minggu pagi, situasi di lokasi kejadian sudah kondusif. Material pohon yang sempat menutup akses jalan telah dibersihkan secara total, sehingga arus lalu lintas kembali lancar. Meski aktivitas wisata sudah dibuka kembali, pengelola mengimbau para wisatawan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di ruang terbuka di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

