Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Niat Gali Tanah untuk Bangun Gereja Berujung Tragedi, Ayah di Sumba Barat Daya Terluka Demi Selamatkan 3 Anaknya

ByAdmin Gelanggang

Mar 17, 2026

GelanggangNews – Seorang ayah dan tiga anaknya tertimbun tanah longsor di lokasi galian tanah sertu, Kebun Tilu Mareda, Desa Djela Manu, Kecamatan Wewewa Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (16/3/2026) sekitar pukul 10.00 WITA. Akibat peristiwa tersebut, hingga Senin malam, dua anak masih tertimbun material longsor dan dalam proses pencarian, sementara sang ayah mengalami luka serius di bagian kepala.

Kasi Humas Polres Sumba Barat Daya, AKP Bernardus Mbili Kandi, mengatakan bahwa kejadian bermula saat seorang warga bernama Anderias Bili (56) pergi ke lokasi galian tanah bersama beberapa anaknya. Tanah sertu atau tanah putih yang digali tersebut rencananya akan digunakan sebagai bahan pembangunan gereja.

“Tanah tiba-tiba runtuh dan menimpa para korban yang berada di sekitar lokasi galian,” kata Bernardus kepada Kompas.com, Senin malam.

Dua Anak Masih Tertimbun Dua anak yang masih tertimbun longsor adalah Arjuna Saputra Gono Ate (12) dan Sardianto Rato Pote (7). Sementara itu, Anderias Bili mengalami luka serius di bagian kepala setelah tertimpa reruntuhan batu saat berusaha menyelamatkan anak-anaknya.

Bernardus menjelaskan, setibanya di lokasi galian, Anderias mulai menggali tanah sementara dua anaknya bermain di lubang bekas galian. Ia sempat menegur mereka agar tidak bermain di dalam lubang tersebut. Namun, tidak lama kemudian, tanah di bagian atas tebing tiba-tiba runtuh dan menimpa para korban.

Satu Anak Berhasil Diselamatkan Dalam situasi mencekam tersebut, Anderias sempat menarik seorang anak bernama Juandri Saputra Ina Ngele (9) sehingga berhasil keluar dari lokasi longsor dan selamat. Namun, dua anak lainnya tidak sempat menyelamatkan diri dan tertimbun tanah.

Setelah kejadian itu, Anderias berusaha menggali tanah secara manual untuk menolong kedua anaknya. Nahas, terjadi longsor susulan yang mengakibatkan sebuah batu besar mengenai kepala bagian kiri atasnya. Dalam kondisi terluka, Anderias kemudian menjauh dari lokasi dan pulang ke rumah untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada warga sekitar agar segera dilakukan upaya penyelamatan.

Hingga Senin malam, kedua korban yang tertimbun masih belum ditemukan. Warga setempat terus melakukan pencarian secara manual menggunakan linggis, sekop, dan kayu. Sementara itu, Anderias Bili saat ini menjalani perawatan intensif di Puskesmas Palla, Kecamatan Wewewa Utara, karena mengalami luka yang cukup serius.