GelanggangNews – BEKASI – Suasana di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, mendadak mencekam pada Minggu (8/3) sore. Gunungan sampah di Zona 4 yang biasanya menjadi pusat aktivitas mendadak runtuh dan menimbun sejumlah truk serta warga yang berada di bawahnya. Kejadian yang berlangsung cepat sekitar pukul 15.29 WIB ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka.
Menanggapi situasi darurat tersebut, Personel Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya segera dikerahkan ke lokasi untuk memimpin upaya evakuasi dan pengamanan area bersama tim SAR gabungan.
Proses Evakuasi yang Menantang
Di tengah tumpukan material yang labil, personel Brimob bersama Basarnas, BPBD, dan relawan melakukan penyisiran intensif di area longsoran. Medan yang sulit dan bau yang menyengat tidak menyurutkan petugas untuk mencari korban yang diduga masih tertimbun.
Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto, menegaskan bahwa pengerahan pasukan ini merupakan wujud respons cepat Polri dalam penanganan bencana.
“Kami mengerahkan personel untuk membantu evakuasi bersama unsur SAR dan instansi terkait agar proses penanganan berjalan aman dan tertib,” jelas Henik saat meninjau lokasi bersama Kapolda Metro Jaya dan jajaran Pejabat Utama (PJU) lainnya.
Data Korban dan Kerusakan
Berdasarkan keterangan dari Desiana Kartika Bahari, peristiwa ini terjadi pada pukul 15.29 WIB saat aktivitas di TPST sedang padat. Laporan sementara mencatat dampak sebagai berikut:
Korban Meninggal: Hingga saat ini, ditemukan 3 orang korban jiwa di lokasi kejadian.
Warga Terdampak: Sekitar 10 orang, termasuk sopir truk pengangkut sampah dan warga sekitar, diduga menjadi korban terdampak longsoran ini.
Kondisi Korban: Petugas berhasil mengevakuasi beberapa orang dalam kondisi selamat, namun pencarian masih difokuskan pada kemungkinan adanya korban lain yang terjebak di bawah material sampah.
Pencarian Berlanjut Hingga Malam Hari
Hingga Minggu (8/3) malam, operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) masih terus dilakukan dengan penerangan tambahan. Tim SAR dari jajaran Brimob terus memperkuat penyisiran guna memastikan seluruh korban dapat segera ditemukan. Selain mencari korban, petugas juga fokus mengamankan lokasi agar proses alat berat yang membantu evakuasi tidak terganggu oleh kerumunan warga yang ingin melihat dari dekat.
Kejadian ini menjadi pengingat akan risiko tinggi bagi para pekerja dan warga yang beraktivitas di area gunungan sampah, terutama di zona-zona yang sudah mencapai ketinggian maksimal.











