Jasad Perempuan Mengering di Depok: Ditaburi Bubuk Kopi, Ditumpuk Baju, dan Suami Siri Menghilang

GelanggangNews – DEPOK – Jasad seorang perempuan berinisial DH (56) ditemukan mengering di bawah tumpukan baju di Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Depok, pada Sabtu (7/3/2026). Saat ditemukan, jasad tersebut dalam kondisi ditaburi bubuk kopi dan lingkungan rumah tampak berantakan.

Kapolsek Cinere, Kompol Chairul Saleh, menjelaskan bahwa jasad korban tersembunyi di bawah tumpukan pakaian untuk menyamarkan keberadaannya.

“Kami mendapatkan laporan pada Sabtu, 7 Maret 2026, sekitar pukul 09.00 WIB. Berdasarkan keterangan warga, terdapat temuan jasad wanita dengan kondisi mengering di bawah tumpukan baju,” kata Chairul kepada wartawan, Minggu (8/3/2026).

“Saat kami melakukan pemeriksaan, ditemukan bubuk kopi yang sengaja ditaburkan di tubuh korban,” tambahnya.

Upaya Menutupi Jenazah

Selain tumpukan kain, di atas tubuh korban juga ditemukan papan setrika yang diduga sengaja diletakkan untuk menutupi jasad tersebut. Polisi menduga penggunaan bubuk kopi bertujuan untuk menyamarkan bau tidak sedap, mengingat korban diperkirakan sudah meninggal dalam waktu yang cukup lama.

Ketua RT setempat, Sagian Safarudin, menyebutkan bahwa jenazah pertama kali ditemukan oleh anak korban yang datang untuk membersihkan rumah ibunya.

“Ada warga yang melapor menemukan kaki di dalam kamar. Kondisinya telentang dan ditumpuk kain, baju, karpet, serta alas setrika,” jelas Sagian.

Keberadaan jenazah ini sempat tidak terdeteksi oleh tetangga sekitar. “Tidak tercium bau kurang sedap di sini. Istri saya sering memberi makan (kucing) dan bersih-bersih di sekitar lokasi, tetapi tidak mencium apa pun,” sambungnya.

Suami Siri dan Barang Berharga Hilang

Menurut keterangan Ketua RT, DH sudah lama tidak terlihat oleh warga sekitar sejak September 2025. Selama ini, DH diketahui tinggal bersama suami sirinya di rumah tersebut. Namun, saat jasad DH ditemukan, sang suami tidak diketahui keberadaannya.

Selain hilangnya sang suami, sebuah sepeda motor dan ponsel milik korban dilaporkan turut raib dari lokasi kejadian. Sagian juga mengungkapkan bahwa pasangan tersebut memiliki riwayat perselisihan atau keributan dalam rumah tangga mereka.

Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menjalani autopsi guna memastikan penyebab kematian. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *