GelanggangNews – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan melontarkan abu vulkanik pada Rabu, 5 Maret 2026. Letusan tersebut menjadi bagian dari rangkaian aktivitas erupsi yang masih terus terjadi dalam beberapa waktu terakhir di gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Berdasarkan laporan pemantauan aktivitas gunung api, erupsi Gunung Semeru memuntahkan kolom abu vulkanik yang terlihat membumbung ke udara dari kawah puncak. Abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang teramati condong ke arah tertentu mengikuti arah angin di sekitar gunung.
Aktivitas erupsi ini terekam oleh alat seismograf yang dipasang di sekitar kawasan pengamatan gunung api. Gunung Semeru diketahui masih berada pada status Level III atau Siaga, yang berarti aktivitas vulkaniknya cukup tinggi dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi masyarakat di sekitar kawasan gunung.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak sekitar 13 kilometer dari puncak. Area tersebut dinilai rawan terhadap awan panas, guguran lava, serta aliran lahar yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Selain itu, warga juga diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena berpotensi terkena lontaran material pijar. Masyarakat yang berada di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak gunung juga diingatkan untuk mewaspadai potensi banjir lahar, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Gunung Semeru merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia dan sering mengalami erupsi dalam skala kecil hingga sedang. Aktivitas tersebut terus dipantau oleh petugas pos pengamatan guna memberikan peringatan dini bagi masyarakat sekitar.
Ikuti perkembangan terbaru berita nasional hanya di Gelanggang News:
https://gelanggangnews.com/











