GelanggangNews – BATANG – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Rabu (4/3/2026) sore. Peristiwa “luar biasa” ini mengakibatkan kerusakan masif di sepanjang jalur utama Pantura, melumpuhkan arus lalu lintas hingga kilometeran, dan merenggut tiga korban jiwa dalam waktu yang hampir bersamaan.
Sepuluh Kecamatan Terdampak Serentak
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Batang, Muhammad Fajri, mengungkapkan bahwa badai ini melanda sekitar pukul 16.00 WIB dan menyasar setidaknya 10 wilayah kecamatan sekaligus. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Warungasem, Bandar, Wonotunggal, Batang, Kandeman, Tulis, Pecalungan, Subah, Gringsing, dan Banyuputih.
Dampak paling parah terjadi di jalur Pantura wilayah Subah. Puluhan pohon besar bertumbangan ke badan jalan dan menimpa kendaraan yang tengah melintas, termasuk truk niaga dan mobil pribadi. Kondisi ini menyebabkan kemacetan total sepanjang 3 hingga 4 kilometer, memaksa para pengendara terjebak di tengah badai.
Kronologi Tiga Korban Jiwa
Kapolres Batang, AKBP Veronica, yang turun langsung meninjau lokasi evakuasi, mengonfirmasi bahwa terdapat tiga orang yang meninggal dunia akibat rangkaian peristiwa pohon tumbang ini.
Korban di Gringsing: Kejadian pertama dilaporkan di Jalan Raya Pantura Surodadi, Kecamatan Gringsing sekitar pukul 16.30 WIB. Seorang warga tewas setelah tertimpa batang pohon besar saat cuaca sedang buruk.
Tragedi Tiang Listrik di Subah: Korban kedua diidentifikasi sebagai Tarto Mulyo, warga Desa Kuripan, Kecamatan Subah. Saat mengendarai motor Yamaha Mio J dari arah utara, sebuah pohon jati besar di dekat jembatan Kali Prigi roboh dan mengenai kabel listrik. Tarikan beban pohon tersebut menyebabkan tiang listrik patah dan langsung menimpa korban hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.
Identitas Korban Ketiga: Korban terakhir diketahui bernama Kusno, warga Desa Magelung, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kronologi pasti dari insiden yang menimpa Kusno di wilayah Subah tersebut.
Proses Evakuasi dan Pemulihan Jalur
Sejak Rabu malam hingga dini hari tadi, tim gabungan dari BPBD (Tim Reaksi Cepat), TNI, Polri, PMI, dan para relawan berjibaku melakukan proses evakuasi. Petugas menggunakan gergaji mesin untuk memotong batang-batang pohon besar yang melintang di jalan raya guna membuka kembali akses transportasi Jakarta-Semarang.
Memasuki Kamis (5/3/2026) dini hari, AKBP Veronica memastikan bahwa seluruh material pohon tumbang dan tiang listrik yang patah telah berhasil disingkirkan.
“Akses Jalan Pantura Subah yang sempat terputus sudah teratasi dan mobilitas kembali lancar seperti biasa,” tegas AKBP Veronica.
Meski arus lalu lintas berangsur normal, pihak berwenang mengimbau warga dan pengguna jalan untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan yang masih mungkin terjadi di sepanjang pesisir utara Jawa Tengah.











