Kesaksian Sopir Truk Kecelakaan Exit Tol Bawen: Rem Sudah Dikocok tapi Tidak Berfungsi

GelanggangNews – Enam dari delapan korban kecelakaan di Exit Tol Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, harus menjalani rawat inap di RS At-Tin. Sementara itu, dua orang lainnya menjalani rawat jalan dan telah diperkenankan pulang ke rumah masing-masing.

“Total ada delapan korban luka, enam di antaranya harus rawat inap. Tidak ada korban meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi sekira pukul 18.30 WIB tersebut,” ujar Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani, Selasa (3/3/2026) malam.

Lingga menegaskan bahwa kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan karambol tersebut adalah satu unit truk yang mengalami rem blong, satu unit mobil Mitsubishi Xpander, serta delapan sepeda motor. Kecelakaan dipicu oleh kegagalan fungsi pengereman truk saat mendekati lampu lalu lintas.

Kronologi Rem Blong di Turunan Bawen

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, kecelakaan bermula saat truk melaju dari arah Semarang menuju Salatiga. Saat melintasi jalur turunan menuju Exit Tol Bawen, truk kehilangan kendali karena sistem pengereman tidak berfungsi.

“Kecelakaan terjadi karena truk yang melaju dari arah Semarang ke Salatiga mengalami rem blong, sehingga menabrak kendaraan lain yang sedang berhenti karena lampu lalu lintas menyala merah,” jelas Lingga.

Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan mendalam. Petugas juga telah mengamankan pengemudi truk untuk dimintai keterangan lebih lanjut mengenai kelaikan kendaraan. “Sopir truk sudah diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut, termasuk untuk menentukan status hukumnya,” tambahnya.

Pengakuan Sopir Truk Paket Jakarta-Kediri

Sopir truk tersebut, Warsito (36), warga Sukabumi, Jawa Barat, memberikan kesaksian mengenai detik-detik sebelum tabrakan terjadi. Ia mengaku sedang mengangkut paket dari Jakarta dengan tujuan akhir Kediri, Jawa Timur.

“Saya sempat istirahat di Weleri, lalu melanjutkan perjalanan lagi,” ujarnya.

Saat berada di turunan Bawen, Warsito mengaku sempat merasakan rem kendaraannya masih berfungsi normal. Namun, ketika ia mencoba mengerem kembali untuk mengurangi kecepatan, pedal rem tiba-tiba tidak memberikan respons.

“Saat sampai di turunan Bawen, awalnya sempat mengerem dan masih terasa berfungsi. Lalu saya rem lagi, rem saya kocok tetapi sudah tidak berfungsi,” ungkap Warsito.

Dalam kondisi rem blong tersebut, truk sempat menabrak satu unit sepeda motor terlebih dahulu. Namun, karena posisi lampu lalu lintas sedang merah dan terdapat antrean kendaraan, truk tersebut langsung menyapu deretan sepeda motor dan satu unit mobil di depannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *