GelanggangNews – BREBES – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, warga di wilayah Brebes Selatan harus menghadapi ujian berat. Akses jalan kabupaten yang menjadi urat nadi penghubung antara wilayah Bantarkawung dengan Desa Tambakserang terputus total akibat hantaman longsor pada Kamis (19/2/2026). Material tanah dan bebatuan setinggi dua meter menutup badan jalan, memutus rantai distribusi logistik yang tengah krusial.
Pemicu dan Kondisi di Lapangan
Bencana ini dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan pegunungan Brebes sejak Kamis siang. Beban air yang melimpah membuat tebing di sisi jalan kehilangan kestabilannya. Akibatnya, longsor terjadi secara simultan di tiga titik koordinat yang berbeda.
Timbunan material tidak hanya berupa tanah lumpur, tetapi juga bongkahan batu besar yang menutup akses sepenuhnya. Hingga Kamis malam, kendaraan roda dua maupun roda empat dilaporkan tidak dapat melintas sama sekali, menciptakan kemacetan di kedua sisi jalur yang terdampak.
Kekhawatiran Jelang Bulan Suci
Kepala Desa Tambakserang, Usep Asikin, menyatakan keprihatinannya mengingat waktu terjadinya bencana berdekatan dengan momentum Ramadhan. Menurutnya, jalur tersebut adalah jalur vital bagi perputaran ekonomi warga.
“Kami sangat mengkhawatirkan kondisi ini. Saat ini masyarakat sedang sangat aktif melakukan mobilitas untuk mempersiapkan kebutuhan pokok menjelang puasa. Jika akses ini mati total, maka harga-harga kebutuhan di desa bisa melambung karena sulitnya transportasi,” ujar Usep saat memberikan konfirmasi.
Layanan Publik dan Perekonomian yang Terisolasi
Putusnya ruas jalan ini bukan sekadar masalah kemacetan, melainkan ancaman bagi layanan publik primer:
Akses Kesehatan: Warga yang membutuhkan penanganan darurat medis kini terhambat menuju Puskesmas dan fasilitas kesehatan di pusat kecamatan.
Pusat Ekonomi: Arus keluar-masuk barang menuju pasar dan pusat distribusi logistik terhenti.
Risiko Jalur Alternatif: Meskipun terdapat jalur alternatif, kondisinya sangat sempit dan memiliki medan yang curam. Jalur ini dinilai sangat berisiko bagi kendaraan bermuatan berat dan menambah waktu tempuh secara signifikan.
Respons Cepat BPBD dan Tantangan Cuaca
Pemerintah Desa Tambakserang telah bergerak cepat dengan melayangkan laporan resmi ke Pemerintah Kecamatan Bantarkawung dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes. Harapannya, alat berat dapat segera dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi material longsor.
Di sisi lain, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes melalui Posko Bumiayu sudah bersiaga di lokasi untuk melakukan kaji cepat (assessment). Namun, proses pembersihan menghadapi kendala besar:
Faktor Cuaca: Hujan yang masih sering turun menghalangi pergerakan alat berat.
Tanah Labil: Kondisi tanah yang masih jenuh air dikhawatirkan memicu longsor susulan jika dipaksakan dilakukan pembersihan tanpa perhitungan teknis yang matang.
Warga berharap koordinasi antar instansi di Pemerintah Kabupaten Brebes dapat berjalan taktis, sehingga akses utama ini bisa segera pulih sebelum aktivitas masyarakat memuncak di awal Ramadhan nanti.











