Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Penguatan Rupiah Terjadi Usai Pengumuman Kebijakan Wajib Simpan DHE SDA Selama 1 Tahun

ByAdmin Gelanggang

Jan 22, 2025

Pada pembukaan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan penguatan yang signifikan. Meskipun dolar AS masih berada di kisaran Rp 16.300-an, pergerakan rupiah yang menguat memberikan dampak positif terhadap kondisi pasar.

Berdasarkan data RTI yang tercatat pada Rabu (22/1/2025), rupiah dibuka pada posisi Rp 16.330 per dolar AS dan melanjutkan penguatan hingga 16 poin atau 0,10%, mencapai level Rp 16.314/US$ pada pukul 9.11 WIB. Selama sesi perdagangan, rupiah bergerak dalam rentang antara Rp 16.330 dan Rp 16.304.

Penguatan rupiah ini dipicu oleh kebijakan terbaru pemerintah Indonesia yang mengharuskan eksportir untuk menempatkan 100% Devisa Hasil Ekspor (DHE) dari sektor Sumber Daya Alam (SDA) di dalam negeri selama satu tahun penuh. Kebijakan ini akan mulai berlaku pada 1 Maret 2025, dan diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap ketahanan ekonomi Indonesia.

Penguatan Rupiah Terjadi Usai Pengumuman Kebijakan Wajib Simpan DHE SDA Selama 1 Tahun

Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, menjelaskan bahwa revisi Peraturan Pemerintah (PP) terkait pengelolaan DHE SDA akan segera diterbitkan. Sebelumnya, aturan yang ada hanya mewajibkan eksportir untuk menyimpan DHE minimal selama 3 bulan dengan presentase retensi sebesar 30%.

“Presiden Prabowo Subianto sudah memberikan persetujuan penuh, jadi mulai sekarang, wajib disimpan selama satu tahun dan 100% harus ada di dalam negeri,” terang Airlangga di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, pada Selasa (21/1).

Kebijakan ini akan berlaku bagi eksportir dengan nilai ekspor tahunan yang melebihi US$ 250.000. Meskipun DHE SDA wajib disimpan selama satu tahun, para eksportir tetap diperbolehkan untuk memanfaatkannya untuk kebutuhan operasional, seperti membayar pajak atau mengonversinya ke rupiah untuk aktivitas bisnis mereka.