Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Drone Rusia Hantam Universitas di Kharkiv, 4 Warga Sipil Terluka

ByAdmin Gelanggang

Sep 17, 2025

Kharkiv, Ukraina – Konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina kembali menunjukkan dampak tragis terhadap infrastruktur sipil. Kali ini, sebuah serangan drone milik Rusia menghantam kompleks universitas di kota Kharkiv, pada Selasa dini hari (17/9/2025), mengakibatkan empat warga sipil terluka dan memicu kecaman dari komunitas internasional.

Serangan terjadi sekitar pukul 02.45 waktu setempat. Menurut laporan dari pihak berwenang Ukraina, drone menyerang gedung Fakultas Teknik dan Arsitektur dari salah satu universitas teknik terkemuka di Kharkiv. Selain kerusakan struktural berat, pecahan bangunan dan puing-puing menyebabkan luka-luka pada warga sekitar.


Universitas Jadi Sasaran Serangan

Serangan ini menambah daftar panjang fasilitas pendidikan yang menjadi korban dalam perang yang telah berlangsung lebih dari dua tahun. Gedung yang diserang merupakan salah satu bangunan bersejarah di kota Kharkiv dan masih aktif digunakan untuk kegiatan akademik terbatas, meski sebagian besar perkuliahan telah dipindahkan ke sistem daring sejak eskalasi konflik.

“Ini bukan hanya serangan terhadap bangunan, tetapi terhadap masa depan generasi muda Ukraina,” ujar Gubernur Kharkiv, Oleh Syniehubov, dalam konferensi pers singkat.

Empat warga sipil yang terluka dilaporkan merupakan petugas kebersihan dan staf keamanan kampus. Mereka kini dirawat di rumah sakit dengan kondisi stabil.


Teknologi Drone dan Strategi Rusia

Ukraina menuduh Rusia menggunakan drone serang Shahed-136 buatan Iran, yang telah digunakan secara luas sejak tahun 2023. Drone ini dikenal murah, mematikan, dan mampu menyerang target jauh dari garis depan.

Serangan ke infrastruktur sipil seperti universitas, rumah sakit, dan fasilitas energi dianggap sebagai bagian dari strategi tekanan psikologis dan disrupsi kehidupan masyarakat Ukraina.

“Target sipil menjadi bagian dari taktik teror militer yang tidak dapat dibenarkan secara moral maupun hukum internasional,” ungkap seorang analis pertahanan dari Kyiv.


Reaksi Dunia Internasional

Komunitas internasional bereaksi cepat terhadap insiden ini. Uni Eropa dan Amerika Serikat mengutuk serangan tersebut dan menegaskan kembali dukungan mereka terhadap Ukraina.

PBB juga menyerukan penghormatan terhadap hukum humaniter internasional, mengingat tempat pendidikan tidak boleh menjadi target dalam konflik bersenjata.

Sementara itu, Rusia belum memberikan pernyataan resmi mengenai serangan tersebut. Namun, dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Moskow selalu membantah menargetkan warga sipil dan menyatakan bahwa serangan diarahkan pada “infrastruktur militer.”


Dampak Jangka Panjang

Serangan semacam ini tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga berdampak pada psikologis warga sipil. Mahasiswa, pengajar, dan keluarga mereka kini harus hidup dalam ketidakpastian.

Pendidikan, salah satu pilar penting dalam pembangunan kembali pascaperang, kini berada dalam ancaman nyata. Banyak institusi pendidikan di Ukraina terpaksa memindahkan proses belajar-mengajar secara daring penuh, atau bahkan menghentikan operasional sementara.


Untuk liputan eksklusif seputar konflik global, krisis kemanusiaan, dan dampaknya terhadap masyarakat sipil, ikuti terus berita terbaru hanya di:
👉 www.gelanggangnews.com