Dipicu Sengketa Lahan, Lansia di Jeneponto Tebas Tetangga Pakai Parang

Jeneponto – Peristiwa menggemparkan terjadi di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, pada Selasa (20/8), saat seorang pria lanjut usia (lansia) berinisial SR (68) tebas tetangganya pakai parang akibat sengketa lahan yang telah berlangsung bertahun-tahun. Peristiwa ini terjadi di Desa Arungkeke, dan kini tengah ditangani oleh pihak kepolisian setempat.

Menurut keterangan saksi mata, peristiwa bermula ketika korban, JM (55), melintas di depan lahan yang dipersengketakan. Tersangka SR yang sedang berada di lokasi langsung menghampiri korban dan secara tiba-tiba menebas tetangganya pakai parang yang dibawanya. Akibat luka yang cukup serius di bagian lengan dan punggung, korban harus dilarikan ke RSUD Jeneponto untuk menjalani perawatan intensif.

Kapolres Jeneponto, AKBP Andi Erma, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa pelaku telah diamankan dan ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. “Kami masih mendalami motif lengkapnya, namun kuat dugaan kejadian ini dipicu sengketa lahan, yang sudah lama terjadi antara korban dan pelaku,” ujar Andi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan adanya konflik lahan antara dua keluarga tersebut sejak awal 2023, namun belum ditemukan solusi karena kedua pihak bersikukuh dengan klaim masing-masing. Kejadian lansia di Jeneponto tebas tetangga pakai parang ini pun menjadi puncak dari ketegangan yang selama ini belum terselesaikan secara hukum maupun mediasi adat.

Tokoh masyarakat setempat, Haji Mappangara, mengatakan bahwa perselisihan terkait batas tanah di wilayah tersebut memang sering memicu konflik antarwarga. Ia menyayangkan kejadian kekerasan ini dan berharap ada penanganan hukum yang tegas agar tidak menjadi contoh buruk di masyarakat. “Semestinya persoalan seperti ini bisa diselesaikan lewat musyawarah, bukan kekerasan,” ujarnya.

Insiden dipicu sengketa lahan, lansia di Jeneponto tebas tetangga pakai parang juga memicu perhatian dari pemerintah daerah. Camat Arungkeke, Nurhalis, menyatakan akan mengkoordinasikan mediasi dengan aparat desa dan tokoh adat untuk menyelesaikan konflik lahan lainnya di wilayah itu yang berpotensi memicu kekerasan serupa.

Sementara itu, kondisi korban saat ini dilaporkan mulai stabil, meski masih dalam pengawasan intensif tim medis. Keluarga korban berharap proses hukum berjalan adil dan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal. Mereka juga meminta pemerintah daerah ikut turun tangan menyelesaikan sengketa yang menjadi akar masalah.

Kejadian dipicu sengketa lahan, lansia di Jeneponto tebas tetangga pakai parang ini menjadi pengingat bahwa konflik agraria di daerah masih rawan menimbulkan tindakan kekerasan jika tidak dikelola secara bijak. Aparat dan pemerintah diharapkan dapat lebih proaktif dalam mencegah terjadinya bentrokan serupa ke depannya.

Untuk berita kriminal dan hukum terbaru lainnya, kunjungi www.gelanggangnews.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *