BOGOR — Kepolisian mengungkap motif mengejutkan di balik kasus penembakan yang terjadi di wilayah Bogor pada akhir pekan lalu. Pelaku yang dijuluki “koboi jalanan” oleh warga setempat ternyata memiliki motif pribadi yang berakar dari masa lalu. Dalam penyelidikan awal terungkap bahwa ulah koboi penembak pria di Bogor dipicu dendam semasa sekolah, membuka dimensi baru dalam kasus kriminal yang sempat menghebohkan masyarakat.
Peristiwa penembakan tersebut terjadi di sebuah kafe di kawasan Sentul, Bogor. Korban berinisial D (35) mengalami luka serius akibat ditembak dari jarak dekat oleh pelaku berinisial F (36), yang langsung melarikan diri setelah kejadian. Polisi kemudian berhasil menangkap pelaku dalam waktu kurang dari 24 jam di daerah Depok.
Dari hasil interogasi, F mengaku bahwa aksinya merupakan bentuk pelampiasan dendam lama terhadap korban. Mereka berdua ternyata adalah teman satu sekolah semasa SMA dan pernah terlibat konflik yang cukup serius. Kasat Reskrim Polres Bogor menyatakan bahwa ulah koboi penembak pria di Bogor dipicu dendam semasa sekolah yang belum tuntas, bahkan setelah belasan tahun berlalu.
“Motif pelaku adalah dendam pribadi terhadap korban karena pernah dirundung dan dipermalukan saat masa sekolah. Pelaku menyimpan kemarahan itu hingga akhirnya meledak dalam bentuk kekerasan bersenjata,” jelas perwakilan kepolisian dalam konferensi pers, Senin (18/8).

F menggunakan senjata api rakitan dalam aksinya. Meski tidak memiliki izin kepemilikan senjata, pelaku mendapatkan barang tersebut dari pasar gelap. Hal ini menambah daftar pelanggaran hukum yang dilakukan pelaku, termasuk kepemilikan senjata ilegal, percobaan pembunuhan, dan melarikan diri dari TKP.
Kasus ini menimbulkan keprihatinan luas di tengah masyarakat, terutama karena ulah koboi penembak pria di Bogor dipicu dendam semasa sekolah, yang mencerminkan pentingnya penanganan konflik masa muda secara sehat. Pakar psikologi forensik menyebut bahwa dendam masa sekolah yang tidak ditangani dengan baik dapat berkembang menjadi potensi kekerasan di masa depan.
Warga sekitar lokasi kejadian mengaku terkejut dengan insiden tersebut. Mereka menggambarkan suasana yang mencekam saat pelaku mengeluarkan senjata dan menembak korban tanpa banyak bicara. “Kami pikir ini hanya keributan biasa, tapi ternyata ada senjata api. Sungguh seperti adegan film koboi,” ujar seorang saksi.
Hingga kini, korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sementara itu, pelaku F ditahan di Mapolres Bogor untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Pihak keluarga korban berharap kejadian ini menjadi pelajaran bahwa dendam masa lalu seharusnya diselesaikan dengan komunikasi, bukan kekerasan.
Untuk informasi dan perkembangan terbaru kasus ini, serta berita kriminal lainnya, kunjungi www.gelanggangnews.com.









