GELANGGANG NEWS — Menjelang peringatan Hari Damai Aceh yang jatuh pada 15 Agustus, Gubernur Aceh mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan suasana kondusif di seluruh wilayah provinsi. Ajakan ini disampaikan dalam rangka menyambut momen bersejarah yang menandai berakhirnya konflik berkepanjangan di Aceh melalui penandatanganan Nota Kesepahaman Helsinki pada tahun 2005.
Dalam pidatonya pada acara silaturahmi bersama tokoh masyarakat di Banda Aceh, Senin (12/8), Gubernur Aceh ajak warga jaga kondusifitas jelang Hari Damai sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan perdamaian yang telah dibangun selama dua dekade terakhir.
“Momentum Hari Damai bukan hanya seremoni, tapi pengingat bahwa perdamaian yang kita nikmati hari ini adalah hasil dari perjuangan dan komitmen bersama. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk menjaga kondusifitas, tidak mudah terprovokasi, dan tetap fokus pada pembangunan,” ujar Gubernur dalam sambutannya.
Pernyataan bahwa Gubernur Aceh ajak warga jaga kondusifitas jelang Hari Damai mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Sejumlah tokoh agama, pemuda, hingga aktivis sosial menyatakan dukungan penuh terhadap imbauan tersebut. Mereka sepakat bahwa suasana damai harus terus dijaga agar proses pembangunan berjalan optimal.
Peringatan Hari Damai Aceh ke-20 tahun ini rencananya akan dipusatkan di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, dan diisi dengan berbagai kegiatan seperti doa bersama lintas agama, dialog publik, serta pameran budaya damai. Pemprov Aceh telah berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Sejak ditandatanganinya perjanjian damai antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Indonesia di Helsinki, Finlandia, Aceh telah menikmati stabilitas politik dan sosial yang jauh lebih baik dibandingkan era konflik. Namun, Gubernur mengingatkan bahwa kedamaian tidak bersifat permanen jika tidak dijaga bersama.
“Damai itu mahal. Kita sudah membayar mahal untuk mencapainya, jadi jangan sia-siakan. Menjelang hari damai, mari kita jaga lingkungan, media sosial, serta ruang-ruang publik agar tetap bersih dari provokasi,” tambahnya.

Seruan bahwa Gubernur Aceh ajak warga jaga kondusifitas jelang Hari Damai juga disampaikan melalui berbagai kanal komunikasi resmi, termasuk media sosial Pemerintah Aceh dan himbauan di rumah-rumah ibadah. Imbauan ini diperkuat dengan kerja sama lintas sektor antara tokoh masyarakat, aparat keamanan, serta lembaga pendidikan.
Sementara itu, Polda Aceh menyatakan siap mengawal seluruh rangkaian kegiatan Hari Damai agar berjalan aman dan tertib. Kapolda Aceh menyebutkan bahwa aparat akan hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra dalam menjaga suasana kebersamaan.
Melalui peringatan ini, diharapkan nilai-nilai perdamaian terus tertanam kuat dalam kehidupan masyarakat Aceh, terutama generasi muda yang tidak mengalami langsung masa konflik. Ajakan bahwa Gubernur Aceh ajak warga jaga kondusifitas jelang Hari Damai menjadi pesan penting untuk memastikan bahwa warisan damai tetap terjaga di Bumi Serambi Mekkah.
Untuk berita terkini lainnya seputar Aceh dan nasional, kunjungi www.gelanggangnews.com.









