JAKARTA – Bank Indonesia (BI) berencana meluncurkan sistem identifikasi baru bernama Payment ID sebagai bagian dari upaya transformasi digital nasional di sektor sistem pembayaran. Inovasi ini disebut-sebut akan menyederhanakan proses transaksi serta meningkatkan keamanan dan efisiensi dalam ekosistem pembayaran digital Indonesia.
Lantas, apa manfaat Payment ID yang akan diluncurkan BI bagi konsumen, pelaku usaha, dan lembaga keuangan?
Menurut Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta, Payment ID adalah identitas unik berbasis nomor yang dapat digunakan untuk mewakili rekening, dompet digital, atau instrumen pembayaran lain dalam satu platform. Sistem ini akan menjadi solusi dari kompleksitas nomor rekening dan variasi sistem antar penyedia layanan keuangan.
“Payment ID dirancang untuk membuat transaksi digital menjadi lebih simpel, aman, dan interoperabel. Pengguna tidak perlu lagi menghafal banyak nomor rekening atau username berbeda,” kata Filianingsih dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (12/8).
Penyederhanaan dan Interoperabilitas
Salah satu manfaat Payment ID yang akan diluncurkan BI adalah kemampuannya menyederhanakan proses transfer antarbank maupun antarpenyedia layanan keuangan digital. Pengguna cukup membagikan satu ID unik yang dapat dikenali oleh semua platform yang terintegrasi dalam sistem Bank Indonesia Fast Payment (BI-FAST).
Dengan sistem ini, risiko salah transfer akibat kesalahan input nomor rekening dapat diminimalisir. Selain itu, pelaku usaha akan lebih mudah mengelola arus kas karena semua transaksi dapat diarahkan ke satu Payment ID, tanpa perlu membuka banyak rekening atau akun.

Perlindungan Data dan Penguatan Sistem Keamanan
Dari sisi keamanan, Payment ID yang akan diluncurkan BI juga akan memperkuat perlindungan data pribadi. Karena pengguna tak perlu membagikan nomor rekening asli, potensi penyalahgunaan data finansial dapat ditekan. BI menyatakan bahwa sistem ini akan mengikuti standar enkripsi dan perlindungan data tertinggi, sesuai regulasi perlindungan konsumen.
“Ini adalah bagian dari prinsip ‘less is more’ dalam dunia digital. Memberikan lebih banyak manfaat dengan membagikan lebih sedikit data sensitif,” tambah Filianingsih.
Dukungan Ekosistem Digital Nasional
Peluncuran Payment ID juga diharapkan mendorong inklusi keuangan digital, terutama bagi pelaku UMKM dan pengguna di daerah yang masih terbatas akses ke layanan keuangan formal. Dengan adopsi sistem ini, BI berharap tercipta efisiensi sistem pembayaran nasional yang berkelanjutan.
Sebagai tambahan, manfaat Payment ID yang akan diluncurkan BI tidak hanya dirasakan oleh pengguna akhir, tetapi juga oleh penyedia layanan keuangan yang kini bisa melakukan integrasi sistem dengan lebih mudah dan murah.
Peluncuran Tahap Awal dan Masa Uji Coba
Bank Indonesia menargetkan peluncuran tahap awal Payment ID dilakukan pada kuartal keempat tahun 2025. Saat ini, BI sedang dalam tahap integrasi teknis dengan sejumlah bank besar dan penyedia e-wallet, untuk memastikan kesiapan infrastruktur.
Untuk informasi lebih lanjut dan pembaruan mengenai manfaat Payment ID yang akan diluncurkan BI, kunjungi www.gelanggangnews.com.

