Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Inggris Tegaskan Dukungan untuk Negara Palestina Sesuai Perbatasan 1967

ByAdmin Gelanggang

Aug 6, 2025

LONDON, Gelanggangnews — Pemerintah Inggris kembali menegaskan dukungannya terhadap pembentukan negara Palestina merdeka, yang eksistensinya diakui berdasarkan perbatasan 1967. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Inggris pada Senin (4/8), London menekankan pentingnya solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan untuk mencapai perdamaian jangka panjang di Timur Tengah.

Pernyataan ini datang di tengah meningkatnya ketegangan di Jalur Gaza dan Tepi Barat, serta setelah sejumlah negara Eropa seperti Norwegia, Irlandia, dan Spanyol menyatakan pengakuan terhadap negara Palestina. Inggris, meski belum secara formal mengakui negara Palestina, menegaskan bahwa dukungan untuk negara Palestina sesuai perbatasan 1967 merupakan posisi diplomatik yang tidak berubah sejak beberapa dekade terakhir.

“Kami terus mendukung solusi dua negara, dengan Israel dan Palestina hidup berdampingan dalam perdamaian dan keamanan, berdasarkan perbatasan tahun 1967,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris. Ia menambahkan bahwa segala bentuk perubahan batas wilayah yang dilakukan secara sepihak tidak diakui oleh pemerintah Inggris.

Dukungan Inggris ini disambut positif oleh sejumlah negara Timur Tengah dan organisasi internasional. Liga Arab, melalui pernyataan resminya, memuji konsistensi posisi Inggris dalam mendukung keadilan bagi rakyat Palestina. Dukungan untuk negara Palestina sesuai perbatasan 1967 dianggap sebagai prinsip dasar yang selaras dengan resolusi PBB, termasuk Resolusi 242 dan 338 yang menekankan pentingnya penarikan pasukan Israel dari wilayah pendudukan.

Sementara itu, Duta Besar Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot, menyampaikan apresiasinya terhadap pernyataan tersebut. Menurutnya, penegasan ini menjadi sinyal penting bagi komunitas internasional untuk mempercepat pengakuan penuh terhadap kedaulatan Palestina. “Pengakuan atas negara Palestina berdasarkan perbatasan 1967 bukan sekadar simbolik, tetapi fondasi bagi proses perdamaian yang adil,” kata Zomlot.

Namun, pernyataan Inggris juga memicu reaksi dari pihak Israel. Dalam tanggapannya, Kedutaan Besar Israel di London menyatakan bahwa perbatasan 1967 tidak mencerminkan realitas keamanan saat ini dan menyerukan agar Inggris mempertimbangkan kembali pendekatannya. Pihak Israel menilai bahwa negosiasi langsung antara kedua pihak tetap menjadi jalan terbaik untuk menyelesaikan konflik.

Meski belum mengambil langkah konkret seperti pengakuan resmi, Inggris menegaskan akan terus mendorong dialog damai antara Israel dan Palestina melalui jalur diplomatik dan forum internasional. Dukungan untuk negara Palestina sesuai perbatasan 1967 menjadi landasan utama dalam setiap kebijakan luar negeri Inggris terkait konflik Israel-Palestina.

Dengan pernyataan ini, Inggris kembali memperkuat komitmennya terhadap perdamaian di kawasan dan memperjelas posisinya di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks. Untuk informasi lebih lanjut dan perkembangan terbaru, kunjungi www.gelanggangnews.com.