Himalaya – Sebuah bencana longsor di Himalaya menewaskan sedikitnya empat orang dan memaksa ratusan lainnya mengungsi dari wilayah rawan, setelah hujan deras mengguyur kawasan pegunungan utara India sejak akhir pekan lalu. Hingga Rabu (6/8/2025) siang waktu setempat, upaya evakuasi masih berlangsung di tengah medan yang sulit dan cuaca yang tidak menentu.
Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa 4 tewas dalam bencana longsor di Himalaya, termasuk dua anak-anak, sementara puluhan orang lainnya masih dinyatakan hilang. Tim penyelamat yang terdiri dari personel militer, polisi, dan sukarelawan terus berupaya mencari korban di bawah puing-puing tanah dan batu besar yang menutup akses jalan dan pemukiman warga.
Evakuasi masih berlangsung di beberapa desa terpencil yang terdampak paling parah. Akses menuju wilayah tersebut sangat terbatas akibat terputusnya jembatan gantung dan jalan utama yang tertimbun longsoran. Helikopter militer telah dikerahkan untuk mengangkut warga yang terisolasi serta menyalurkan bantuan logistik darurat.
“Ini adalah salah satu bencana longsor di Himalaya terparah dalam lima tahun terakhir,” ujar Mayor Jenderal Rajiv Singh dari Komando Tanggap Darurat India. Ia menambahkan bahwa curah hujan ekstrem telah meningkatkan risiko pergerakan tanah di sepanjang lereng pegunungan yang rapuh.
Pemerintah negara bagian Himachal Pradesh telah menetapkan status darurat bencana dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Sekolah dan aktivitas umum ditutup sementara, dan lebih dari 3.000 warga telah dievakuasi ke tempat pengungsian yang disiapkan di kota-kota terdekat.

Bencana longsor di Himalaya ini juga berdampak pada sektor pariwisata. Banyak wisatawan yang terjebak di kawasan trekking populer seperti Manali dan Spiti Valley. “Kami belum bisa keluar dari area ini sejak dua hari lalu. Semua jalur tertutup,” ujar Rajesh Kumar, seorang turis domestik yang dihubungi melalui sambungan telepon satelit.
Para ahli geologi menyatakan bahwa perubahan iklim turut memperburuk risiko bencana alam di wilayah Himalaya. Pemanasan global menyebabkan mencairnya lapisan es dan memperlemah struktur tanah, sehingga bencana longsor di Himalaya menjadi lebih sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Hingga saat ini, evakuasi masih berlangsung dengan fokus utama penyelamatan korban dan pembersihan akses jalan utama. Badan Penanggulangan Bencana Nasional India (NDMA) memperkirakan bahwa proses evakuasi dan rehabilitasi dapat memakan waktu lebih dari satu minggu, tergantung kondisi cuaca ke depan.
Untuk informasi terkini dan update resmi mengenai bencana longsor di Himalaya, 4 tewas dan evakuasi masih berlangsung, pantau terus perkembangan hanya di www.gelanggangnews.com.
