Wamenko Polkam Minta Polisi Bisa Ungkap Kasus Tewasnya Diplomat Kemlu

Gelanggang News — Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Wamenko Polhukam) Lodewijk Freidrich Paulus mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Polda Metro Jaya, untuk segera mengungkap kasus kematian misterius diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI), Arya Daru Pangayunan (ADP) yang ditemukan meninggal dunia di kamar indekosnya di kawasan Jakarta Pusat, awal Juli lalu.

“Kita harapkan ini segera bisa terjawab,” kata Lodewijk kepada awak media di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (25/7), sebagaimana dikutip dari Antara.

Lodewijk menyebut bahwa pihak Polri telah bekerja sesuai prosedur dalam menangani kasus ini. Ia juga menyampaikan penghormatan terhadap langkah penyelidikan yang sedang dijalankan, meskipun ia menegaskan bahwa kritik dari masyarakat serta masukan dari lembaga seperti Kompolnas harus tetap menjadi bahan evaluasi.

“Kita tentunya menghormati langkah-langkah Polri dan juga koreksi-koreksi yang diambil, salah satunya dari Kompolnas,” ujarnya.

Sementara itu, Polda Metro Jaya melalui Kabid Humas Kombes Ade Ary Syam Indradi menyatakan pihaknya telah mengamankan 20 rekaman CCTV dari berbagai titik, termasuk di lingkungan indekos ADP dan tempat-tempat terakhir yang dikunjunginya. Data yang diambil mencakup rekaman selama tujuh hari terakhir sebelum korban ditemukan.

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap 15 orang saksi, termasuk penghuni kos lain, rekan kerja, pihak keluarga, dan individu yang terakhir berkomunikasi dengan Arya.

Meski sudah mengantongi sejumlah barang bukti digital, pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk memastikan penyebab kematian. Diketahui, jenazah Arya ditemukan dengan kepala terlilit lakban, yang memicu spekulasi publik mengenai kemungkinan kekerasan.

Komisioner Kompolnas Mohammad Choirul Anam menyatakan belum ada hambatan berarti dalam proses penyelidikan. Ia berharap hasil autopsi bisa menjadi kunci mengungkap misteri kematian diplomat berusia 39 tahun itu.

“Semoga hanya tinggal menunggu autopsi saja dan segera bisa diumumkan karena ini penting. Terangnya peristiwa akan membuat banyak hal bisa maksimal,” ujar Anam.

Kasus ini terus menjadi sorotan publik karena melibatkan unsur diplomatik dan dugaan adanya motif tersembunyi di balik kematian sang diplomat. Pihak keluarga pun berharap penyelidikan bisa dilakukan secara transparan dan menyeluruh.

Untuk perkembangan terbaru mengenai kasus ini dan berita politik-hukum nasional lainnya, kunjungi www.gelanggangnews.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *